Pendidikan Metode Kulababong Jadi Model Pendidikan Karakter

MAUMERE —  Pendidikan dengan metode Kulababong atau berbicara dari hati ke hati dan saling mendengarkan menjadi model pendidikan karakter yang dikembangkan di Kabupaten Sikka untuk mencegah degradasi moral di kalangan generasi muda.

Demikian disampaikan Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera saat ditemui Cendana News di aula Sikka Convention Center Kamis (3/8/2017) siang usai pelantikan para camat di Kabupaten Sikka.

Dikatakan Ansar, pendidikan karakter dalam kepemimpinannya lebih diutamakan sebab dirinya melihat generasi muda di Sikka sudah mulai berkurang etika dan perilaku hidupnya yang tidak sesuai dengan adat dan budaya.

“Kami mengembangkan model pendidikan Kulababong yang diadaptasi dari muatan lokal dimana anak-anak sekolah diajrakan sopan santun dan etika,” ungkapnya.

Akibat penerapan metode pendidikan ini di sekolah, terang Ansar, pemda kabupaten Sikka mendapat penghargaan runner up dari MDGEs pada tahun 2015 terkait dengan pengembangan pendidikan karakter anak.

Bahkan lanjut mantan Sekda Kabupaten Ende ini, Pemda Sikka mendapat kunjungan dari 15 negara untuk mencermati karakter pendidikan ini untuk bisa diterapkan sesuai dengan kehidupan masyarakat di negaranya.

“Kita harus bangga bahwa pendidikan Kulababong dengan muatan lokalnya bisa mendapat apresiasi dari negara lain dan menjadi salah satu model pendidikan karakter anak,” sebutnya.

Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera. Foto : Ebed de Rosary

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka Simon Subsidi kepada Cendana News menjelaskan, pendidikan karakter dengan metode Kulababong ini awalnya pada 2015 hanya diterapkan di 4 Sekolah Dasar (SD) saja tetapi kini sudah diterapkan di 35 SD yang ada di kabupaten Sikka.

Simon menambahkan bahwa dalam 2017 metode pendidikan ini akan diterapkan di beberapa sekolah lainnya hingga bisa mencakup semua sekolah dengan bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat yang memberikan pelatihan kepada para guru yang akan menerapkan metode pengajaran ini di sekolah.

“Kami akan terus membangun komunikasi dan bekerja sama dengan pijhak-pihak sekolah dasar baik dan juga SMP dan SMA agar metode pendidikan ini bisa juga diajarkan di sekolah-sekolah,” tuturnya.

Lihat juga...