Pemda DIY Akan Bangun Pusat Kesenian dan Kebudayaan Bertaraf Internasional
YOGYAKARTA — Pemda DIY berencana membangun Pusat Kesenian dan Kebudayaan bertaraf internasional di kawasan seluas 2 hektar daerah Sewon Bantul. Hal itu diungkapkan Kepala Bapedda DIY, Agus Taviv Rayanto, di Yogyakarta, Kamis (03/08/2017).
Ia menjelaskan lokasi yang dipilih merupajan lahan bekas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerjasama (STIKer) di Jalan Parangtritis, yang dulu rusak akibat gempa.
Selain menjadi pusat kegiatan budaya dan seni, lokasi ini nantinya juga akan dijadikan alternatif lahan parkir bus pariwisata.
Pusat Kesenian dan Kebudayaan ini sendiri dinilai perlu dibangun karena tempat-tempat pertunjukan budaya dan seni di Yogyakarta yang sudah ada selama ini masih belum mencukupi untuk kegiatan budaya.
Padahal DIY sebagai Kota budaya memiliki banyak kegiatan budaya dan seniman sehingga membutuhkan banyak ruang untuk menggelar event-event budaya.
“Konsepnya mirip Broadway di Amerika Serikat. Akan dibuat taman budaya yang ada panggung hiburannya, tempat kuliner dan toko jual cinderamata,” ujarnya.
Ia menyebut proses pembangunan Pusat Budaya dan Kesenian tersebut kini sedang dalam tahap perencanaan dan akan mulai dibangun pada 2019.
“Detail Engineering Design (DED) kawasan itu dibuat 2018. Pembangunan fisiknya 2019,” jelasnya.
Pemda DIY sendiri sebelumnya telah membeli lahan tersebut seharga Rp59,8 miliar . Dana berasal dari APBD 2017. Pembayaran dilakukan secara bertahap dengan pembayaran pertama senilai 47 miliar rupiah.
Lahan tersebut akan digunakan sebagai tempat parkir bus pariwisata untuk mendukung pelarangan bus pariwisata masuk ke Kota Yogyakarta.
Kondisi kampus STIKer sendiri telah tutup akibat bangkrut setelah bangunan kampus rusak parah karena gempa bumi dahsyat di Bantul pada 2006. Kini bangunan sudah rata dengan tanah dan hanya menyisakan sebuah pintu gerbang.