PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, meneliti kandungan pewarna tekstil yang diduga penyebab berubahnya warna air Sungai Bah Bolon menjadi kemerahan.
Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Pematangsiantar, Jekson Gultom, mengatakan, pihaknya telah mengirim sampel pewarna yang ditemukan di tempat pembuangan sampah sementara untuk diteliti di Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara.
Jekson menegaskan, untuk melakukan tindakan selanjutnya, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup menunggu hasil lab dalam dua atau tiga hari ke depan. Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup tetap melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak kepolisian terkait peristiwa perubahan warna air Sungai Bah Bolon pada Senin (7/8) itu.
Masyarakat berharap, Pemerintah Kota dan kepolisian melakukan sikap dan tindakan tegas terhadap pelaku yang telah mencemari lingkungan, supaya kejadian serupa tidak terulang.
“Harus diselidiki dan ditemukan pelakunya, diberi hukuman supaya tidak diikuti orang lain,” kata Mariono (36), warga Kecamatan Siantar Marihat, Pematangsiantar. (Ant)