NUNUKAN – Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp15 miliar untuk membenahi kondisi pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan negara di Provinsi Kalimantan Utara.
Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, melalui pesan tertulisnya, Selasa (22/8/2017), mengapresiasi sikap pemerintah pusat yang cepat merespon keluhan masyarakat pedalaman dan perbatasan yang belum mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.
Ia menegaskan, hal ini disebabkan oleh masih minimnya peralatan dan fasilitas kesehatan di wilayah itu. Namun, pemerintah pusat saat ini sangat sensitif sehingga sangat fokus terhadap pengembangan layanan kesehatan di wilayah perbatasan di Kaltara.
Kunjungan Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek beberapa waktu lalu di Provinsi Kaltara dengan mengunjungi sejumlah puskesmas di wilayah perbatasan RI dengan Malaysia.
Hasil kunjungan tersebut, Menteri Kesehatan bersedia menggelontorkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan di Puskesmas Long Bawan di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan dan daereah lainnya di Kaltara.
“Dana yang siap digelontorkan pemerintah sebesar Rp15 miliar untuk pengadaan alat kesehatan dan meubiler untuk puskesmas di wilayah perbatasan dan RS Pratama Long Ampung Kabupaten Malinau,” terang Irianto Lambrie.
Ia mengakui, RS Pratama Long Ampung yang dibangun beberapa tahun lalu belum dapat melayani masyarakat akibat belum adanya alat kesehatan dan fasilitas lain dan tenaga medis yang memadai. (Ant)