Pelaku UMKM Sumbar Sulit Menggunakan IT

PADANG — Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat (Sumbar) mangaku sulit menggunakan tekonologi informasi (IT) sebagai upaya memasarkan produk.

Hal ini seiring cukup banyak media saat ini untuk memasarkan produk hingga mencakup pemasaran yang lebih luas, yang dinilai tempat yang strategis untuk memperkenalkan produk ke konsumen.

Derwati, seorang penguasaha oleh-oleh di Kota Padang, menjelaskan, butuh perjalanan yang panjang untuk mendapatkan penjualan yang menjanjikan dalam menjalani usaha seperti produk kue miliknya.

Seperti halnya yang ia lakukan, butuh waktu hampir 10 tahun untuk mendapatkan penjualan yang bagus, apalagi dengan produk yang ia jual yakni Stick Wortel Balado, Stick Ubi Ungu, dan Stick Serundeng awalnya cukup sulit untuk dipasarkan.

“Dulu itu, saya harus mendatangi warung-warung dan swalayah-swalayan, tapi tidak semua orang yang menerima kue milik saya ini. Seiring waktu saya lakukan perubahan mulai dari kemasan dan mereknya serta jenis kuenya. Alhamdulillah pesanan yang datang cukup banyak,” katanya, Selasa (1/8/2017).

Hanya saja, kata Derwati, kini ia belum mampu untuk memasarkan produknya ke online seperti halnya yang dilakukan kebanyak pelaku UMKM lainnya. Meski sudah dibantu oleh anaknya, terkadang cara proses pemesanan yang masuk dari berjualan online, dirinya tidak mengetahui secara intens.

“Telpon genggam saya ini terkadang jarang saya bawa, sehingga apabila ada pesanan masuk, saya lambat respon, lalu calon pembeli pun urung memesan. Awalnya saya kira dengan memasarkan produk di online, tidak serumit ini, butuh menunggu pesanan, jika tidak ada pesanan, maka tidak ada penjualan,” ucapnya.

Menurutnya, jika ada pemerintah memiliki website belanja online sendiri yang secara khusus memasarkan produk UMKM di Sumbar ini, tentu akan lebih memudahkan pelaku UMKM untuk menjual produknya. Karena, jika dilakukan sendiri, cukup banyak pelaku UMKM yang tidak paham dengan IT.

Kadis Koperasi dan UMKM Sumbar Zirma Yusri/Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Zirma Yusri mengatakan, sampai saat ini sudah ada sekira 1.000 lebih pelaku UMKM di Sumbar yang dilatih untuk pemasaran berbasis IT yang menggunakan aplikasi belanja online.

Kenyataanya dari 1.000 UMKM itu hanya sekitar 10 persennya yang berhasil. Sementara 90 persennya lagi belum berhasil menggunakan IT dalam pemasaran produknya.

“Kita telah sering melakukan pelatihan kepada pelaku UMKM di Sumbar terutama soal pengembangan pemasaran berbasis IT. Pelatihannya tidak hanya diselenggarakan di Padang saja, tapi juga luar daerah seperti ke Pulau Jawa. namun, belum berhasil sepenuhnya,” ungkapnya.

Ia mengakui, meski hanya sekira 10 persen yang dinyatakan mampu untuk menggunakan IT dalam pemasaran produk UMKM nya, jumlah itu sudah cukup bagus karena setidaknya produk asli Sumbar bisa dipasarkan dan menembus ke luar daerah dan tidak hanya terjual secara lokal saja.

Lihat juga...