Pasukan Oranye, “Pahlawan” Jakarta Yang Tersembunyi

JAKARTA —- Kota Jakarta kini lebih bersih dibandingkan puluhan tahun lalu. Di sejumlah ruas jalan terutama di kawasan protokuler jarang dijumpai sampah berserakan. Itu berkat jasa “tukang bersih-bersih” yang dinamakan Pasukan Oranye. selain dikenal dengan jantungnya Ibukota juga dikenal sebagai jantungnya kemacetan.

Achmad Syarief, Sekretaris Kelurahan Pejaten Timur, ketika ditemui Cendana News di ruangan kerjanya menjelaskan bahwa fungsi dan tugas dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau masyarakat lebih mengenal dengan sebutan Pasukan Oranye di antaranya kebersihan jalan, kebersihan saluran, kebersihan taman. Selain itu mereka menangani masalah seperti pohon tumbang, sampah-sampah yang dibuang warga tak bertanggungjawab.

Tidak hanya itu saja, tim PPSU juga memiliki fungsi dan tugas dalam keikutsertaan pelaksanaan kerja bakti yang dilakukan warga, mereka melakukan pekerjaan yang tidak dilakukan warga seperti membersihkan saluran got yang warga sendiri enggan untuk membersihkan.

Menurutnya, wilayah Jakarta Selatan khususnya Pejaten Timur merupakan wilayah yang bisa dikatakan selalu langganan dengan banjir, PPSU sendiri memiliki tim yang bertugas berkeliling untuk menginformasikan ke seluruh warga perihal akan datangnya banjir. Baik ketika banjir datang maupun setelah banjir mereka sudah memiliki tugas yang harus dikerjakan.

“Bisa dibilang PPSU atau Pasukan Oranye ini multifungsi tugasnya, di mana kondisi apapun mereka siap disiagakan, mereka siap dipekerjakan,” jelasnya.

Menurutnya lagi, untuk jam operasional atau jam kerja dari tim PPSU memiliki beberapa waktu di antaranya yang piket pada pagi hari, siang, malam hingga dini hari, sehingga tidak ada permasalahan yang terjadi ketika pada malam hari. Pendeknya Tim PPSU siap 24

Untuk kinerja yang mereka lakukan selama ini, dirinya mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan sudah sebanding dengan apa yang mereka dapat dalam hal ini gaji yang mereka terima. Dapat diketahui dari pertama mereka masuk menjadi tim PPSU hingga sekarang sudah mengalami 2 kali kenaikan gaji yang semula dari Rp 2,7 juta, menjadi Rp3 juta, dan sekarang menjadi Rp3,3 juta, sudah UMP. Mereka juga mendapatkan BPJS untuk dirinya dan keluarga, BPJS ketenagakerjaan.

“Kalau disebut pahlawan, ya mereka bisa juga dikategorikan pahlawan kebersihan karena mereka berjasa dalam menciptakan kebersihan Ibu Kota. Terbukti, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan pada tahun ini mendapatkan Piala Adipura,” katanya lagi.

Ada enam zona atau titik-titik yang menjadi perhatian tim pasukan oranye yang didalamnya memiliki Tim Sapu Bersih (saber). Tim ini memegang peranan untuk enam zona tersebut untuk membersihkan sampah yang berada di jalanan. Satu terdiri dari 8 orang hingga 12 orang, tergantung dari lokasi atau wilayah yang akan mereka kerjakan.

Sebagai contoh, anggota tim pasukan oranye yang terdapat di Pejaten Timur saja berjumlah 81 orang yang terdiri 70 orang untuk tim Pasukan Oranye (PPSU), Taman 1 orang, dan 10 orang untuk Tim Saber. Mereka melayani areal yang memiliki 11 RW, 146 RT, jumlah penduduk 66 ribu jiwa, dengan luas wilayah 289 hektar.

Dalam kinerjanya, kita juga selalu melakukan evaluasi setiap harinya perihal pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari, bagaimana hasil pekerjaannya, sejauh mana pekerjaan yang mereka lakukan. Apabila mereka tidak sanggup dalam mengerjakan pekerjaan di suatu wilayah atau zona akan dilakukan penambahan personil untuk membantu sehingga menjadi lebih ringan dalam melakukan pekerjaan tersebut. Jadi tidak perlu memaksakan yang membuat pekerjaan menjadi tidak beres atau berantakan.

“Dengan adanya pasukan oranye ini, Alhamdulillah d imana ada kendala, di mana ada laporan dari warga, pasukan orange cepat dan sigap meresponnya. Contoh terkecil, ada janur bekas orang hajatan yang terpasang dijalan dan tidak dilepaskan, dengan cepat dan tanggapnya pasukan orange melakukannya. Karena apabila mereka dalam hal ini pasukan oranye tidak segera lepaskan, mereka akan kena sanksi seperti push up atau lari sebanyak 3 kali mengitari halaman kantor. Mereka juga bekerja sama dengan instansi lainnya seperti satuan pamong praja, saling bantu satu sama lain,” jelasnya lagi.

Achmad Syarief, Sekretaris Kelurahan /Foto; M.Fahrizal.

Penertiban-penertiban yang dilakukan pasukan oranye sekarang ini kerjakan di antaranya penertiban trotoar pejalan kaki yang dipergunakan untuk berdagang. Setiap harinya mereka senantiasa mengajak atau meminta para pedagang liar yang berada di trotoar untuk tidak menggelar dagangannya disepanjang trotoar.

Trotoar selain untuk pejalan kaki juga merupakan elemen agar Kota Jakarta tampak indah di pandang. Penertiban yang dilakukan setiap hari ini merupakan agenda yang dicanangkan pemerintah bahwasanya bulan ini merupakan bulan tertib trotoar, di mana para pedagang yang berjualan di trotoar akan ditertibkan diminta untuk tidak berjualan di trotoar.

Menurutnya lagi, apa yang telah dilakukan oleh pasukan orange selama ini yang telah memberikan pelayanan terhadap warga khususnya untuk kebersihan lingkungan tidak mempengaruhi mereka dalam memberikan pelayanan ke masyarakat ketika adanya pergantian Gubernur karena pasukan orange (PPSU) ini merupakan program dari Pemerintah.

“Akan terus berlanjut Pasukan Oranye ini, karena payung hukumnya bukan milik perorangan dan anggaran yang digunakan merupakan anggaran APBD, payung hukumnya terdapat di Gubernur yang berkorelasi dengan DPRD. Sejauh ini manfaat dari Pasukan Oranye memang benar-benar terasa nyata dan masyarakat sendiri pun merasakan kinerja dari pasukan orange tersebut,” katanya.

Achmad Syarief, Sekretaris Kelurahan / Foto: M.Fahrizal.

 

 

 

Lihat juga...