Nelayan Makassar Keluhkan Bantuan tak Tepat Sasaran

MAKASSAR — Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Amar Jaya, di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, mengeluhkan sejumlah program bantuan bagi nelayan yang dinilai tidak tepat sasaran.

Ketua Nelayan Amar Jaya, yang juga anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk wilayah Sulawesi Selatan, Makmur, mengatakan, pemerintah masih belum bisa memakmurkan kehidupan para nelayan. “Mengapa?  Karena Pemerintah memberikan bantuan, tapi oknum yang menyalurkan bantuan ini seperti pilih kasih. Terkadang, orang yang dapat bantuan adalah orang yang memiliki hubungan kekerabatan,” katanya, Senin (7/8/2017).

Menurut Makmur, selain tidak merata dan tidak tepat sasaran, sebagian nelayan menilai bantuan yang diberikan pemerintah terkesan tergesa-gesa. Pemerintah memberikan bantuan pada nelayan-nelayan dengan cara  mengirimkan proposal kepada Dinas Perikanan dan Kelautan daerah.

“Masalahnya, dinas sepertinya tidak tahu  ada nelayan yang sudah melaut berpuluh-puluh tahun”, kata Makmur.

Makmur menambahkan, pemerintah seharusnya bisa lebih jeli dalam menyalurkan bantuan. Seharusnya, pemerintah langsung turun ke lapangan untuk mendata para nelayan.

“Malah yang mendapatkan ialah nelayan-nelayan dadakan yang memasukkan proposal.  Setelah itu, para nelayan tersebut malah menjualnya kembali,” imbuhnya Makmur.

Makmur berharap, pemerintah lebih membuka mata, agar kejadian seperti ini tidak terus berlanjut. “Salah satu contoh, pernah ada kejadian di suatu pulau, ada beberapa yang bukan nelayan diberi fasilitas nelayan, sedangkan nelayan tidak didaftarkan. Setelah ditelusur, lurah di pulau tersebut ternyata bersepupu”, katanya.

Nelayan lainnya, Dg. Rakja, yang sudah melaut sejak kecil yang juga merupakan anggota Amar Jaya, mengaku pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun alat yang didapatkan tidak bisa digunakan dengan baik, karena tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Ia mencontohkan, bahwa ia membutuhkan bantuan alat tangkap berupa net jaring dengan lebar 5 centimeter, namun yang diberikan lebarnya 7 centimeter.

“Alhasil, alat bantu yang diberikan pemerintah tidak saya pakai, karena saya tidak bisa menangkap ikan menggunakan net tersebut,” ungkap Dg. Rakja.

Dg. Rakja pun berharap, jika pemerintah memberikan bantuan harus lebih niat lagi dalam memberi, agar bantuannya bermanfaat.

Lihat juga...