Posdaya ‘Kasih Ibu’ Pejaten Timur, Angkat Ekonomi Warga

JAKARTA – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri – Koperasi Sudara Indra binaan Yayasan Damandiri di wilayah Jakarta, memiliki peranan penting dalam perubahan di sektor perekonomian, khususnya untuk masyarakat menengah ke bawah. Posdaya-posdaya yang dibangun dan dibina oleh Koperasi Sudara Indra di hampir seluruh wilayah Jakarta sangat merasakan dampak perubahan, salah satunya Posdaya Kasih Ibu di Pejaten Timur.

Mardiyanah, Ketua Posdaya Kasih Ibu, menceritakan, sebelumnya pada tahun 2000-an, di lingkungan tempat tinggalnya memang sudah terdapat Posdaya yang diketuai oleh Ibu Wati, binaan Ibu Farida dari Universitas Pancasila. Namun, ketua posdaya tersebut meninggal dunia, dan sempat vakum beberapa tahun. Posdaya yang diketuai almarhumah ini baru menjalankan program di bidang kesehatan melalui Posyandu, dan bidang pendidikan melalui PAUD, sedangkan untuk bidang ekonomi dalam hal ini Tabur Puja, belum aktif.

Sekitar tahun 2013, Posdaya yang vakum mulai aktif dan bangkit kembali, dengan Mardiyanah sebagai ketuanya. Untuk merangkul warga sekitar kembali ke dalam Posdaya, dari pihak Koperasi Sudara Indra, yakni Bapak Heri didampingi Ibu Farida, melakukan sosialisasi kepada warga, memberikan pandangan seputar Posdaya Kasih Ibu, dan berkeliling melihat usaha-usaha yang digeluti oleh warga sekitar.

“Setelah mereka berkeliling dan melihat-lihat, hampir rata-rata warga memang membuka usaha berjualan kue kering, kue basah, catering, pulsa, menjahit, hingga buka warung, dan mereka berkesimpulan kalau di lokasi ini memang perlu adanya Posdaya,” jelas Diana, sapaan akrabnya, Kamis, 10/8/2017.

Menurut Diana, Posdaya Kasih Ibu dengan program Tabur Puja yang sudah berjalan kurang lebih empat tahun ini, telah memiliki enam koordinator. Pada awalnya, satu koordinator memiliki lima orang anggota. Seiring dengan aktivitas yang dijalankan dan disosialisasikan, anggota semakin bertambah hingga mencapai 200 orang anggota, yang merupakan keluarga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Dalam menjalankan kegiatan dan sosialisasi, Posdaya Kasih Ibu juga tidak lepas dari peranan Koperasi Sudara Indra dan RT dan RW ikut serta membantu dalam program-program Posdaya. Setiap Kamis pagi, bertempat di rumah Diana, atau di Pos RT dari Koperasi Sudara Indra selalu memberikan sosialisasi, dan itu masih terus berlangsung.

Diana mengaku, suka duka selama menjalankan Posdaya dialami. Setidaknya, dengan menjadi Ketua Posdaya itu kemudian banyak yang mengenalnya, juga bertambah ilmu. Sedangkan dukanya, adalah watak dan karakter anggota Posdaya yang berbeda-beda menjadi tantangan tersendiri untuk bisa menyatukan, menyelaraskan visi dan misi dari Yayasan Damandiri, melalui Koperasi Sudara Indra yang di amanatkan kepadanya.

Dalam merangkul anggota yang rata-rata merupakan ibu rumah tangga ini, jelas Diana, sistem yang diterapkan di antaranya dengan menanamkan azas kepercayaan di setiap anggota kelompok, yakni setiap anggota diwajibkan untuk membayar iuran setiap bulan tanpa harus ditalangi oleh koordinator kelompok. Dengan kata lain, sistem tanggung-renteng yang telah disosialisasikan oleh pihak Koperasi Sudara Indra, benar-benar diterapkan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur, karena sampai sekarang Posdaya Kasih Ibu belum ada anggota yang koordinatornya menalangi. Semua anggota selalu tepat waktu dalam kewajibannya, karena ketika melakukan pengajuan untuk pertama kali, dari pihak keluarga yang mengajukan diikutsertakan, agar suatu hari bila ada hal-hal yang tidak diinginkan, semisal usahanya menurun, dari pihak keluarga yang kita mintakan untuk membayar kewajibannya. Saya tidak membebankan koordinator, walaupun dia yang bertanggungjawab,” katanya.

Selama 4 tahun berjalan, penambahan flatform kenaikan pinjaman banyak terjadi. Namun, Posdaya Kasih Ibu memiliki persyaratan, yakni setiap anggota yang mengajukan kenaikan flatform harus sudah memiliki tabungan sebesar Rp200 ribu atau lebih. Untuk kegiatan sehari-hari yang dilakukan semua anggota Posdaya Kasih Ibu, yakni berdagang, karena memang hampir rata-rata anggota sebagian besar pedagang, dan sudah memiliki tempat berdagang, seperti di dalam sekolah-sekolah di sekitar wilayah tempat tinggal. Setelah dari sekolah-sekolah, mereka berkeliling menjajakan dagangannya.

Produk unggulan yang terdapat di Posdaya Kasih Ibu, yakni dodol betawi, kue bakar dan kue bika betawi. Untuk produk unggulan tidak setiap hari diproduksi, tetapi minimal seminggu sekali (Sabtu dan Minggu), karena mereka menjajakan dagangannya di luar wilayah tempat tinggal, seperti di Kwitang.

Posdaya Kasih Ibu belum memiliki kios atau tempat untuk menjajakan produk unggulan, karena salah satunya seluruh anggota memang disibukkan dengan kegiatan berdagang sehari-hari.

“Kenapa betawi, dikarenakan hampir seluruh anggota Posdaya Kasih Ibu adalah orang asli Betawi. Pernah perwakilan dari Yayasan Damandiri, yakni Pak Sis datang meninjau Posdaya Kasih Ibu. Pak Sis kaget tidak percaya, kalau di Jakarta masih ada warga Betawi yang hidup atau tinggalnya berdekatan dengan Sungai Ciliwung, khususnya di wilayah saya ini,” jelasnya.

Untuk penambahan anggota ada kemungkinan bisa terjadi karena semakin dikenalnya Posdaya Kasih Ibu. Namun, dirinya tidak serta-merta menerima begitu saja. Pertama harus dilakukan adalah melakukan observasi pengumpulan data melalui tetangga sekitar maupun RT setempat. Setelah data terkumpul, dirinya masih tetap mempelajari keseharian orang yang ingin menjadi anggota tersebut, memastikan memiliki tanggung-jawab seperti yang diinginkan.

Posdaya Kasih Ibu selektif dalam merekrut anggota, untuk kelancaran program yang telah diberikan oleh Koperasi Sudara Indra. “Bila dikatakan Posdaya Kasih Ibu ini terbaik, bagi saya pribadi ini merupakan lebih dari yang terbaik, karena adanya Posdaya Kasih Ibu yang telah berjalan kurang lebih sekitar empat tahun sudah dapat mengurangi atau bisa dibilang menghilangkan bank keliling yang dengan leluasa masuk di perkampungan-perkampungan. Tidak hanya itu, perekonomian anggota Posdaya Kasih Ibu terlihat meningkat. Bisa dibilang adanya Posdaya sangat membantu perekonomian mereka,” katanya, mengakhiri.

Lihat juga...