Kalimantan Selatan Dorong Hilirisasi Tambang

BANJARBARU — Dinas Penanaman dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalimantan Selatan intens memacu arus masuk investasi di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kepala DPPTSP Kalsel, Nafarin mengatakan pemerintah daerah terus berfokus mendorong hilirisasi hasil tambang.

Menurut dia, hilirisasi industri lebih memiliki multiplier effect dan menambah nilai jual ketimbang sekedar menggantungkan ekspor bahan mineral mentah. “Kalsel kaya hasil tambang, ada nikel dan bijih besi. Kami dorong investor bangun hilirisasi industri di sini,” kata Nafarin saat peresmian perijinan online di kantor DPPTSP Kalsel, Kamis (10/8/2017).

Ia pun mempersiapkan realisasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Kotabaru, kawasan industri Batulicin, dan kawasan industri Jorong. Itu sebabnya, Nafarin meminta ada kepastian hukum, kesiapan infrastruktur, air bersih, dan cukup pasokan listrik untuk menarik minat investasi ke Kalimantan Selatan.

Menurut dia, Kalsel sudah merealisasikan PMDN selama semester satu 2017 sebesar Rp2,13 triliun. Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode yang sama sebesar $146,5 juta.

“Tahun 2017 Kalsel menargetkan investasi Rp8,1 triliun. Insha Allah target itu tercapai,” kata Nafarin.

Selain itu, pihaknya mengaplikasikan sejumlah terobosan perizinan agar menarik minat investor. Ia mamangkas dokumen perizinan lewat sistem online untuk mempersingkat proses, penggabungan instansi perizinan, dan mempercepat pelimpahan wewenang penerbitan izin secara menyeluruh.

“Kami juga bikin kajian akademis dan meningkatkan strategi promosi investasi lewat pameran,” ujar Nafarin menjelaskan kiat menarik investor.

Nafarin mengakui pelemahan perekonomian Kalsel imbas buruknya ekspor komoditas karet, minyak sawit, dan batubara. Selain itu, kata Nafarin, menurunnya guovernment expenditure dan belum membaiknya konsumsi rumah tangga turut memperlemah pertumbuhan ekonomi di Kalsel.

Sadar atas situasi itu, Nafarin pun melirik investasi berbasis potensi pertanian, pariwisata, dan perikanan yang lebih suistanable menopang kinerja ekonomi daerah.

“Tahun 2013 ada 64 persen investasi di sektor pertambangan. Ke depan, kami ingin memaksimalkan pertanian, pariwisata dan perikanan,” kata Nafarin.

Apabila strategi berjalan mulus, ia optimistis Kalimantan Selatan sanggup mencetak realisasi investasi sebesar Rp20 triliun sesuai target nasional. “Enggak hanya target investasi daerah saja,” ucap Nafarin.

Sekretaris Daerah Pemprov Kalimantan Selatan, Abdul Haris, mengatakan pemerintah daerah sudah mengaplikasikan 78 perijinan online dari 130 item perijinan. Abdul Haris berharap sistem online mempermudah masyarakat dan menarik minat investasi di Kalimantan Selatan.

Abdul menjamin tidak ada lagi celah pungutan liar lewat sistem online karena pembayaran retribusi berbasis uang elektronik.

“Ini inovasi dan kreativitas berdasarkan studi banding untuk mempermudah masyarakat. Izin yang belum online, segera memakai sistem online,” kata Abdul Haris.

Lihat juga...