SOLO — Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, merombak pejabat yang ada lingkungannya. Setidaknya, terdapat 532 pegawai di Karanganyar, dimutasi ke berbagai instansi.
Bupati Karanganyar, Juliatmono, menyebutkan, 532 pejabat yang dimutasi ini terdiri dari 225 pejabat struktural serta 307 fungsional. Seluruh pejabat yang dimutasi ini diambil sumpahnya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganganyar, pada Kamis (10/8/2017) sore.
“Dari 307 pejabat fungsional ini, 302 di antaranya adalah guru, serta ada penyuluh kesehatan masyarakat, epidemiologi kesehatan, pustakawan, pengawas bibit dan ternak,” ungkap Bupati kepada awak media, di sela kegiatan berlangsung.
Mutasi di lingkungan Pemkab Karanganyar ini, kata Juliatmono, untuk mengisi jabatan yang kosong. Sebab, selama ini masih banyak jabatan yang kosong, karena ada yang pensiun, serta tingkat eselon yang belum cukup. “Pengisian pejabat yang kosong ini, agar lebih efektif dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Tidak terkait lainnya,” ucap dia.
Sejumlah pejabat yang dimutasi ini terdiri dari satu pejabat eselon II, sembilan pejabat eselon III, serta 53 pejabat eselon IV. Dari sejumlah pejabat yang dimutasi tersebut, 79 di antaranya promosi jabatan, serta ada penambahan jabatan fungsional untuk dokter dan kepala sekolah.
Selama 4 tahun kepemimpinan Juliatmono menjadi Bupati Karanganyar, politisi dari Partai Golkar ini tergolong sering melakukan perombakan pejabat. Sebab, terhitung lebih dari 4 kali mutasi telah dilakukan mantan Ketua DPRD Karanganyar tersebut. Meski enggan dikaitkan mutasi jabatan dengan jelang Pilkada, Juliatmono mengaku telah mempersiapkan cuti untuk mengikuti pesta 5 tahunan tersebut.
“Selama cuti bisa Plt yang mengisi. Cuti terhitung 6 bulan setelah calon resmi dinyatakan sah oleh KPU. Cuti 15 Februari hingga 23 Juni. Tanggal 27 Juni coblosan. Nanti aktif lagi sampai 15 Desember. Selama itu masih bisa melantik pejabat, namun dengan ijin menteri,” tandas Juliatmono.