Kuartal II 2017, BSM Bukukan Laba Rp181 Triliun
JAKARTA — PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatat laba bersih di sepanjang Sementer I-2017 sebesar Rp181 miliar atau tumbuh hingga 8 persen dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp167,64 miliar.
Menurut Choirul, kinerja positif itu sejalan dengan lima strategi utama BSM, yaitu pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, penyelesaian kualitas pembiayaan, peningkatan berbasis komisi atau fee based income, produktivitas, dan kontribusi marjin.
“Alhamdulilah strategi yang dijalankan membuahkan hasil. Ditengah kondisi makro ekonomi yang belum kondusif, BSM mampu membukukan laba sebesar Rp 181 miliar atau tumbuh 8 persen,” ungkap Choirul pada paparan kinerja BSM triwulan II-2017 di Mandiri Inkubator, Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Pertumbuan bisnis yang berkelanjutan, jelas dirinya, tercermin dengan peningkatan aset pembiayaan berkualitas, dan komposisi dana murah. Yakni hingga Juni 2017 pembiayaan yang disalurkan mencapai sebesar Rp58,06 triliun atau tumbuh 10,16 persen dibandingkan pada kuartal II 2016 sebesar Rp52,71 triliun.
Adapun dana pihak ketiga (DPK), tumbuh 13, 34 persen menjadi Rp72, 30 triliun dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp63, 79 triliun. Mayoritas DPK adalah dana murah dengan komposisi sebesar 51, 11 persen yang terdiri dari gro dan tabungan.
Dalam paparannya, Choirul mengatakan, bahwa meningkatnya pembiayaan berdampak positif pada pendapatan margin dan bagi hasil bersih bank yang tumbuh 14, 05 persen menjadi Rp3,53 triliun pada triwulan II-2017, dibandingkan Rp3,09 triliun di triwulan II-2016.
Adapun fee based income (FBI), dijelaskannya, sampai Juni 2017 mencapai Rp469 miliar, tumbuh 10,95 persen dibandingkan posisi kuartal II 2016 yang sebesar Rp423 miliar. Sementara itu, aset tercatat Rp81,90 triliun atau tumbuh 13,73 persen dibandingkan posisi Juni 2016.
“BSM merupakan bank umum kelompok usaha (BUKU) III dengan ekuitas Rp6,57 triliun. Capital Adeguacy Ratio (CAR) terjaga pada level 14,37 persen yang meningkat dibanding posisi Juni 2016 sebesar 13,69 persen,” pungkas Choirul.
.