Intip Taman Ekowisata Kampung Kerujuk Lombok
LOMBOK — Melakukan aktivitas liburan dengan pemandangan alam yang masih alami dan segar hampir menjadi dambaan setiap wisatawan. Terutama wisatawan mancanegara saat melakukan liburan di suatu kawasan pariwisata, tidak terkecuali di Lombok.
Pulau Lombok sendiri merupakan kawasan yang kaya akan objek wisata yang memiliki pemandangan mengagumkan, mulai dari objek wisata pantai, pemandian, pegunungan hingga taman ekowisata alam dengan pemandangan alam sekitar mengagumkan.
Kampung Ekowisata Kerujuk, Desa Menggala, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu kampung Ekowisata dengan konsep pengembangan berbasiskan kearifan lokal.
“Pengembangan kampung ekowisata Lombok Utara berbasiskan nilai kearifan lokal dan apa yang terdapat di kawasan hutan Kerujuk” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang juga pengelola Kampung Ekowisata Kerujuk, Lukmanul Hakim, Minggu (6/8/2017).
Desa Kerujuk sendiri hanya berupa hamparan sawah dan perbukitan. Desa ini tidak memiliki air terjun seperti beberapa spot wisata alami Kabupaten Lombok Utara (KLU) lain.
Tapi Kerujuk punya keunggulan berupa kreativitas warga setempat, khususnya pemuda membuat tempat ini menjadi destinasi primadona baru yang mampu mendatangkan keuntungan ekonomi bagi desa
Lukman menceritakan, ide kampung ekowisata Kerujuk pada mulanya berawal dari keberadaan kolam pemancingan Desa Manggala yang dibangun dari dana PNPM yang selalu ramai oleh antusiasme pengunjung setiap hari.
Bersama perkumpulan anak muda Desa Manggala, Lukman melakukan diakusi, tentang pengelolaan kolam pemancingan yang berdekatan dengan kawasan perbukitan bisa dikembangkan menjadi objek wisata berbasis alam.
“Setelah melalui serangkaian diskusi dan melakukan pemetaan selama enam bulan, desain kampung sekowisata Kerujuk terbentuk” katanya.
Tawarkan Model Wisata Berbeda
Diakui Lukman, selama ini model objek wisata taman atau kolam pemandian pariwisata yang ada di NTB hampir sama, hanya berupa hiburan semata, tapi kalau di kampung ekowisata Kerujuk menawarkan model berbeda.
Tidak ingin seperti destinasi wisata lain yang hanya mengembangkan hiburan dan rekreasi, Kampung Ekowisata Kerujuk juga mengembangkan wisata berbasis lingkungan dan budaya termasuk juga pengembangan ekonomi masyarakat lokal.
Pengembangan berbasis lingkungan yang dimaksud adalah pengunjung dapat membawa pohon dan menanamnya di lokasi ekowisata. Sementara budaya dengan melestarikan aneka permainan rakyat yang mulai memudar. Seperti permainan egrang, terompah, dan sejumlah permainan tradisional Lombok lain.
“Jadi pengunjung yang datang bisa melakukan penanaman pohon dan memainkan berbagai permainan tradisional Lombok” katanya.
Sedangkan pengembangan ekonomi masyarakat lokal, di lokasi ini juga menyediakan aneka kuliner yang dijual masyarakat sekitar.
Ariati Astini, pengunjung kampung ekowisata Kerujuk asal Kota Mataram mengaku kagum dengan konsep penataan kampung ekowisata Kerujuk Lombok Utara oleh pemuda desa setempat secara kreatif dan unik.
“Meski hanya berupa areal persawahan dan perbukitan, penataannya keren dan kreatif, cukup menghibur sebagai lokasi melakukan liburan, apalagi dengan pemandangan alam perbukitan yang masih hijau” kata Yatik.
Yatik mencontohkan, di masing-masing taman disediakan papan unik dengan tulisan lucu dan dekat dengan kehidupan anak muda zaman sekarang, misalkan ada kata di salah satu taman “lupakan mantan” “taman cinta”, Ada juga tulisan “warna warni kehidupan”.
Satu keunikan lainnya yakni adanya replika pesawat terbang dari kayu. Dalam pesawat tersebut disediakan dua buah helm untuk wisatawan yang ingin berfoto atau selfie layaknya sedang mengemudi pesawat.
Untuk menuju kampung ekowisata Kerujuk, Desa Menggala, Lombok Utara, dari Mataram wisatawan bisa mengakses dua jalur, yakni jalur Senggigi dan Pusuk menggunakan kendaraan roda dua atau mobil rencar dengan jarak tempuh sekitar satu jam.
Wisatawan sudah bisa berlibur menikmati kampung ekowisata Kerujuk cukup hanya dengan mebayar uang masuk sebesar Rp5 ribu termasuk biaya parkir kendaraan wisatawan.
