BALIKPAPAN — Nasi Kuning salah satu kuliner masyarakat Balikpapan yang bisa ditemui di pagi hari. Menu nasi kuning menjadi hidangan sarapan masyarakat dan menjadi menu favorit. Karena tak heran, apabila anda berkunjung ke kota minyak ini menemui banyak pedagang kuliner nasi kuning di pinggir jalan.
Cita rasa nasi kuning yang enak dan enak ini cara pembuatannya tidaklah rumit. Bahan dan bumbu hanya menggunakan bahan yang sangat sederhana dan mudah diperoleh di pasar. Yaitu santan kelapa, kunyit, sereh, dan daun salam serta beberapa bahan tambahan untuk memperindah tampilan seperti irisan cabe merah, bawang goreng dan lainnya.
Cara memasaknya pun tak sulit beras yang dicampurkan santan dengan bumbu rempah dan parutan kunyit menjadi khas nasi kuning banjar yang juga ada di Balikpapan. Kemudian dimasak seperti kita memasak nasi. Selanjutnya ikan haruan juga mudah dicari dengan bumbu sambal habangnya yang menambah cita rasanya.
Masyarakat Balikpapan biasa menyebut nasi kuning ini dengan sebutan “naskun”. Nasi kuning disajikan dengan mie, sambal goreng tempe, serundeng dengan berbagai macam lauk yakni telor, daging, dan ikan. Sehingga pembeli yang menyukai kuliner ini bisa memilih lauknya yang dibumbu habang (sambal merah). Harga untuk satu porsi nasi kuning juga sangat terjangkau dari Rp10.000 hingga Rp15.000

Nasi kuning bisa ditemukan pada pagi hari sudah hadir sejak puluhan tahun. Sehingga apabila anda besar di kota minyak, tidak akan asing lagi menu nasi kuning sebagai hidangan sarapan dipagi hari. Sejalan dengan waktu, pada tahun terakhir nasi kuning mulai bisa ditemukan pada malam hari, sehingga bagi anda penyuka nasi kuning jangan khawatir apabila kehabisan di pagi hari.
“Nasi kuning ini seperti menu sarapan wajib setiap harinya. Karena makanan khas banjar yang ada di Balikpapan ini memiliki rasa yang enak,” kata Yadi saat menikmati kuliner nasi kuning Julak di kawasan Kampung Timur, Balikpapan.
Menurutnya, lauk ikan haruan dan sambal habangnya yang selalu ingin merasakan nasi kuning. “Di kota minyak ini banyak yang jual nasi kuning, pembeli bisa memilih untuk merasakan kuliner nasi kuning dimana, karena punya khas masing-masing,” tukasnya, Sabtu (12/8/2017).
Salah seorang penjual kuliner nasi kuning, Julak Hilman mengatakan alasan menjual kuliner nasi kuning karena kuliner nasi kuning dengan ikan haruan banyak disukai masyarakat. Apalagi penduduk di Balikpapan adalah heterogen berbagai suku ada disini.
“Makanan khas banjar nasi kuning haruan ini pastinya sangat disenangi. Walau yang makan nggak hanya orang banjar, karena orang Balikpapan juga sudah menyukai makanan ini yang sudah hadir sejak lama,” katanya.
Setiap harinya warung nasi kuning Julak Hilman membuat 70 porsi. Sedangkan di hari week end dibuat 100 porsi.
“Sengaja memilih kuliner nasi kuning dengan lauk ikan haruan karena ikan haruan memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan. Dan ini menjadi daya tarik warung nasi kuningnya,” tandasnya.
Nasi kuning dengan tambahan lauk bumbu habang ikan haruan (gabus) yang terkenal di Banjar dan sangat populer inilah yang membedakan dengan nasi kuning lainnya.
Bagi anda yang datang ke Balikpapan, tak lengkap rasanya tanpa menikmati nasi kuning yang menjadi menu sarapan favorit warga kota madinatul iman. Dan anda tak kesulitan untuk mencarinya karena di setiap titik khususnya dibpagi hari akan ada nasi kuning.