Gubernur Bank Indonesia Mengakui Daya Beli Masyarakat Turun
JAKARTA — Perumbuhan perekonomian Indonesia hingga pertengahan tahun atau Semester I Tahun 2017 dilaporkan terus membaik, yaitu sebesar 5,01 persen.
Pertumbuhan perekonomian Indonesia diproyeksikan hingga akhir 2017 diperkirakan masih bisa tumbuh diatas 5 persen hingga mencapai 5,4 persen.
Demikian pernyataan yang disampaikan secara langsung oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Dermawan Wintarto Martowardojo saat berbincang dengan wartawan di Kantor Pusat Bank Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Namun di sisi lain Agus mengakui bahwa permintaan atau daya beli masyarakat mengalami perlemahan atau turun pada Semester I Tahun 2017.
Karena daya beli masyarakat menurut Gubernur Bank Indonesia pihak korporasi perbankan melakukan konsolidasi.
Perbankan saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam memberikan kredit kepada masyarakat. Salah satunya dipengaruhi faktor pendapatan masyarakat golongan menengah ke bawah cenderung mengalami penurunan.
Pihak perbankan rupanya masih menunggu perkembangan kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat.
“Sebenarnya perekonomian Indonesia hingga Semester I Tahun 2017 masih tumbuh tinggi atau bisa mencapai diatas 5 persen. Namun belakangan ini permintaan atau daya beli masyarakat sedikit cenderung mengalami penurunan, mudah-mudahan pernintaan daya beli masyarakat akan membaik pada Semester II Tahun 2017,” kata Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (4/8/2017).
Gubernur BI juga menjelaskan jika dilihat berdasarakan kaca mata indikator ekonomi, sebenarnya Inflasi sepanjang bulan Juli 2017 sebenarnya masih terjaga di angka 0,22 persen, ini merupakan pencapaian inflasi yang paling rendah sejak Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2017 yang lalu.
Sehingga dengan Inflasi yang rendah atau terjaga maka diharapkan kedepannya neraca pembayaran juga akan membaik.