Garam Naik, Perajin Ketar-Ketir Harga Bahan Baku Kulit Ikut Naik

YOGYAKARTA – Kenaikan harga garam, membuat sejumlah pelaku usaha kerajinan kulit di Yogyakarta khawatir harga pasokan bahan baku kulit meningkat. Pasalnya proses pengolahan produksi industri kerajinan kulit sangat bergantung pada penggunaan garam. Meski sampai saat ini belum terjadi kenaikan, namun para pengusaha kerajinan kulit berharap harga komoditas garam dapat kembali stabil.

Salah seorang pelaku industri kerajinan kulit, Marlan (45) warga Pelemsari, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta, menyebut membutuhkan puluhan gulung kilit mentah sebagai bahan baku usaha pembuatan kerajinan miliknya. Ia mengaku selama ini mendatangkan kulit mentah dari Magelang dan Magetan untuk membuat kerajinan tas, sandal, sepatu, dompet dan sebagainya.

“Kita khawatir kenaikan garam akan membuat harga bahan kulit naik 3 kali lipat. Karena pengolahan kulit membutuhkan banyak garam. Untuk memproses 1 ton kulit itu butuh tiga kali lipat atau 3 ton garam,” katanya, Rabu (9/8/2017).

Saat ini, Marlan sendiri membeli bahan baku kulit mentah seharga Rp70 ribu per lembarnya. Menurutnya harga bahan kulit mentah saat ini masih belum mengalami kenaikan karena stok kulit masih banyak.

“Yang kita khawatirkan setelah hari raya Idul Adha atau Qurban ini, harga kulit akan naik. Kalau sampai naik perajin kulit kecil seperti saya ini yang susah,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi mahalnya harga bahan baku kulit, Marlan sendiri mengaku memanfaatkan limbah pabrik kulit, berupa potongan kulit untuk ia olah menjadi kerajinan. Ia mengaku memberi limbah pabrik kulit itu lebih murah yakni Rp60-70 ribu per kilo.

“Memang lebih murah. Tapi kita masih harus mengolahnya dulu untuk bisa diproses jadi kerajinan,” katanya.

Memiliki 7 orang karyawan, Marlan mampu memproduksi berbagai kerajinan seperti sandal, sepatu, tas, jaket, dompet kulit sebanyak 2-3 kodi setiap hari. Ia menjual berbagai kerajinan itu dengan harga bervariasi mulai dari Rp25-50 ribu untuk sandal, Rp100-170 ribu untuk tas, dan Rp175-750 ribu untuk sepatu.

“Saya biasanya kirim ke Jakarta, Surabaya, Bali, dan kadang ke luar Jawa,” tutupnya.

 

Lihat juga...