BALIKPAPAN — Pengembang perumahan, apartemen, hotel, restoran dan rumah sakit diminta untuk mengelola sampah yang dihasilkan setiap hari untuk mengurangi sampah rumah tangga yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar. Dengan pengelolaan sampah di pihak swasta, akan sangat berdampak pada sampah yang bertumpuk di TPA.

Dalam setiap harinya, sampah yang diangkut dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke TPA sebanyak 350 hingga 400 ton. Dengan adanya pengolahan sampah dari pihak swasta seperti pengembang, hotel, retoran dan apartemen, maka dipastikan sampah yang terangkut akan berkurang.
“Pengolahan sampah secara mandiri dengan memilahkan sampah organik dan un-organik, akan memberikan efek yang positif,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Suryanto, Rabu (9/8/2017).
Menurutnya, koordinasi dengan pengembang perumahan yang tergabung dengan Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan telah dilakukan. Melalui koordinasi itu, pihaknya minta agar setiap pembeli rumah diberikan informasi pemilahan sampah yang selanjutnya untuk dipraktekkan.
“REI itu kan di Balikpapan ada 50 anggota yang terdiri pengembang semua. Kontribusi REI dalam mengelola sampah untuk mengurangi sampah rumah tanggal perlu dilakukan,” ucapnya.
Dikatakan Suryanto, secara aturan, sampah yang dihasilkan oleh masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan merupakan tanggung jawab pengembang. Namun, sejauh ini masih banyak pengembang yang membuang sampah di TPS milik Dinas Lingkungan Hidup.
“Seharusnya pengembang menyediakan sendiri, mulai dari fasilitas sampai truk pengangkut, jangan membebankan pemerintah,” tegasnya.
Selain itu, gerakan mengurangi sampah rumah tangga ini akan terus dikampanyekan. Rencananya, sosialisasi ke pusat perbelanjaan, rumah sakit dan apartemen untuk mempunyai pengelolaan sampah secara mandiri. “Kita galakkan terus, agar mereka bisa ikut melakukan ini. Karena kalau sampah milik masyarakat sudah dipilah sendiri, maka umur TPA Mangar jugga akan semakin panjang dan biaya operasional pengangkutan bisa ditekan,” tutupnya.