DIY Mampu Penuhi Sendiri Kebutuhan Sapi Kurban
YOGYAKARTA – Dinas Pertanian DIY menyebut kebutuhan ternak sapi di DIY selama hari raya Idul Adha tahun ini mencapai sekitar 20ribu ekor. Jumlah itu diperkirakan sedikit meningkat dari tahun lalu yang mencapai 19ribu ekor lebih.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian DIY, Sutarno, menyebut stok ketersediaan ternak di DIY untuk Idul Adha tahun ini masih aman. Sebanyak 90 persen kebutuhan ternak tersebut bahkan diklaim bisa dipenuhi dari hasil produksi para peternak di wilayah DIY.
“Untuk DIY, kebutuhan lokal termasuk kurban bisa dipenuhi dengan sapi kita sendiri. Sampai saat ini belum ada permintaan atau rekomendasi dari pedagang untuk memasukkan sapi dari luar daerah. Perdagangan sapi hanya antar Kabupaten sekitar saja seperti Wonogiri atau Grobogan, itupun kecil,” katanya, Senin (28/8/2017).
Kebutuhan sapi di DIY sendiri tercatat mencapai sekitar 50ribu ekor pertahun. Sementara produksi sapi dari peternak di DIY dikatakan lebih dari jumlah itu, dengan daerah penghasil sapi terbesar berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
“Untuk harga sapi pada saat kurban tahun ini masih relatif sama dengan tahun kemarin. Peningkatan hanya terjadi sesaat. Dari pantauan kita di lapangan harga sapi berkisar Rp55-60ribu perkilogram berat hidup. Jadi, untuk kurban satu ekor rata-rata berkisar Rp19-20juta,” katanya.
Sementara itu, salah seorang peternak sekaligus pedagang sapi asal Bantul, Dalyono, mengaku mendatangkan sapi dari Kebumen, Jawa Tengah, untuk dibesarkan dan dijual saat kurban. Ia mengaku mampu menjual 3 ekor sapi peliharaannya untuk kurban tahun ini dengan harga kisaran Rp20-20,5 juta perekor.
“Untuk harga masih tidak jauh berberda dengan tahun lalu. Masih sama. Hanya saja tahun ini permintaan sedikit menurun. Tahun lalu saya bisa stok 11 ekor dan laku 8 ekor. Tapi, tahun ini hanya laku 3 ekor saja,” katanya.