WAYKANAN – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, berencana memproduksi gula merah dari tebu pada 2017 dengan dukungan dari kelompok tani perkebunan untuk menyukseskan program tersebut.
“Saya berserta tim akan membuat produksi tebu yang dijadikan gula merah, yang selama ini hanya dari aren dan nira kelapa saja,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan, Bani Aras, di Waykanan, Rabu.
Pihaknya segera menyosialisasikan program tersebut kepada seluruh kelompok tani perkebunan di daerah setempat.
Dia mengatakan, Kabupaten Waykanan salah satu penghasil tebu terbesar setelah Kabupaten Tulangbawang, Lampung Tengah, Mesuji, dan Tulangbawang Barat.
Dengan besarnya jumlah penghasil tebu itu, ujarnya, juga bisa dimanfaatkan untuk membuat gula merah dari sari tebu.
Bani menjelaskan, nantinya program itu dimulai di Kecamatan Negara Batin karena lokasinya berdekatan dengan wilayah perusahaan tebu milik swasta dengan masyarakat setempat yang merupakan para petani.
“Jadi kita memberikan sosialisasi kepada kelompok petani perkebunan, bahwa kita akan membuat gula merah dari sari pohon tebu,” katanya.
Mengenai pemasarannya, Bani menuturkan sampai sejauh ini masyarakat bisa langsung menjual kepada warung atau pasar tradisional di Kabupaten Waykanan.
“Kita akan membuat usaha rumahan membuat gula merah dari tebu, walaupun banyak model gula merah seperti nira kelapa dan aren, kita harus membuat gula merah dari tebu, karena bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Waykanan itu menyampaikan, bahwa program itu untuk jangka panjang.
“Karena bukan hanya sampai di sini saja, tetapi bisa sampai bertahun-tahun untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Waykanan, yaitu Maju dan Berdaya Saing 2021,” ujarnya.
Metode pembuatan gula merah dengan tebu, katanya, merupakan yang pertama di Lampung. Kabupaten Waykanan sebagai daerah yang pertama akan melakukan peluncuran penggunaan alat bantu untuk membuat gula merah dari tebu.
“Kegiatan ini sangat positif jadi bisa membantu masyarakat yang menengah ke bawah, serta bisa membuka usaha rumahan bagi ibu-ibu yang ada di setiap kampung masing-masing,” katanya.
Bani mengharapkan, Kabupaten Waykanan bisa mendukung program kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2017.
“Untuk kelompok tani kegiatan ini bisa membawa berkah tersendiri,” katanya. (Ant)