Bagi Petani Lombok Tembakau Membawa Berkah Dibanding Palawija
LOMBOK — Bagi sebagian besar petani Pulau Lombok, terutama petani bagian selatan yang kondisi lahan pertaniannya merupakan lahan tadah hujan, tanaman tembakau sampai sekarang menjadi tanaman belum tergantikan.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan, dibandingkan tanaman lain seperti palawija, tembakau masih tetap dinilai sebagai tanaman yang membawa keberkahan bagi kehidupan perkonomian masyarakat Pulau Lombok Selatan.
“Selain perawatan mudah dilakukan, menanam tembakau secara keuntungan ekonomi lebih menjanjikan, dengan tembakau banyak petani pedesaan bisa membangun rumah hingga menyekolahkan anak sampai bangku kuliah,” kata Marni, seorang petani tembakau Desa Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Senin (28/8/2017).
Marni mengenang bagaimana ketika dirinya dan petani lain di daerah bagian selatan yang identik dengan kekeringan, usai panen padi musim penghujan dan menanam tanaman Palawija, keuntungan didapatkan tidak seberapa
Sehingga jangankan mau membangun rumah, apalagi menyekolahkan anak sampai bangku kuliah, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari hari saja sudah, karena penghasilan yang didapatkan dari tanaman palawija tidak seberapa.
Ruslan, petani lain mengatakan, dulu sebelum tanam tembakau banyak dikenal seperti sekarang, usai musim panen musim penghujan, petani biasanya kebanyakan menganggur di rumah dan tidak mau apa dikerjakan, akhirnya banyak memilih jadi buruh migran.
“Sekarang setelah tanaman tembakau banyak ditanam, kehidupan dan prekonomian masyarakat banyak mengalami perubahan, mulai petani basah hingga petani omprongan, semua bisa tersenyum Menikmati keuntungan dari tanaman tembakau” katanya.
Meski memang diakui Ruslan, kerugian juga kerap dialami petani tembakau, baik karena pengaruh cuaca hujan maupun karena ulah penipuan yang dilakukan para spekulan.
Ruslan pun berharap pemerintah melalui kebijakannya bisa mengatur dan melindungi petani, terutama soal harga supaya tidak dipermainkan para spekulan saat musim panen dan penjualan tiba.