Buah Lokal Balikpapan jadi Oleh-oleh Perjalanan
BALIKPAPAN — Upaya memperkenalkan hasil buah lokal Kota Balikpapan kepada pengunjung, terus dilakukan pemerintah dan masyarakat. Salah satunya dengan memperlihatkan buah lokal hasil petani lokal dan memperkenalkan kepada pengunjung baik dalam pertemuan maupun memprioritas penjualan buah lokal.
Bila Anda pengunjung yang datang dari luar kota atau pengunjung yang melewati Kilometer 22 Kecamatan Balikpapan Utara, dari Kota Samarinda atau Tenggarong, akan melewati kawasan tersebut. Di pinggir Jalan Km 22 akan menemui pedagang buah lokal yang menjual hasil pertanian kota minyak.
Buah-buah lokal yang dijual adalah buah naga, cempedak, elai, salak, sawo, tomat, rambutan dan pisang. Harganya pun tentu berbeda dengan harga di pasar, karena langsung dari petani.
Sasa (35), salah seorang pedagang buah mengatakan, buah yang dijual langsung dari petani dan harganya juga tidak mahal. “Seperti sawo saya jual Rp15-20 ribu per kilogram. Hasil produksi buah di sini banyak dan pembelinya lumayan,” katanya saat ditemui Selasa, (15/8/2017).
Ia mengaku, pembeli yang singgah ke pedagang buah di Km 22 ini mereka pengunjung yang datang dari luar Kota Balikpapan. Rata-rata yang dibeli adalah buah naga, pepaya, salak, cempedak juga sawo.
“Mereka yang datang cari buah yang di sana atau di daerahnya tidak ada. Tapi, bisa juga buat makan di jalan untuk selama perjalanan Balikpapan-Samarinda atau Tenggarong,” ungkapnya, sembari melayani pembeli.
Menurutnya, pendapatan dari hasil penjualan buah lokal cukup untuk makan sehari-hari. “Ya, yang penting cukup buat makan. Kan pembeli nggak mesti, ya kadang ramai kadang nggak,” tukasnya.
Sasa mengharapkan perhatian pemerintah terhadap buah lokal terus menjadi prioritas dan dikenal pengunjung.
Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan terus mempromosikan buah lokal Balikpapan dalam setiap pertemuan-pertemuan dengan menyajikan buah lokal untuk tamu.
Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, mengatakan tetap memprioritaskan buah lokal dalam hidangan acara-acara Pemda di Balikpapan. Pemerintah maupun masyarakat termasuk swasta diinstruksikan mengutamakan buah lokal.
“Sekarang setiap acara hidangan buah punya petani kita juga hasil buah lokal. Buah lokal nggak kalah kualitasnya dengan impor,” tandasnya.
Bahkan buah unggulan yang dihasilkan petani sebagian sudah diolah untuk jenis makanan dodol, cake dan sambal hasil produksi perajin Balikpapan.