BPCB DIY Mulai Rekonstruksi Candi Kedulan

SLEMAN — Setelah sempat tertunda bertahun-tahun, Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, secara bertahap akhirnya mulai melakukan proses pemugaran atau rekonstruksi Candi Kedulan, yang terletak di Dusun Kedulan, Tirtomartani, Sleman, Yogyakarta.

Sebelum memulai proses pemugaran, tim BPCB DIY melakukan tahapan pra rekonstruksi berupa pembongkaran arkeologis candi induk, serta melakukam pencatatan atau registrasi struktur bangunan maupun bagian dalam candi.

Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pengambilan BPCB DIY, Wahyu Astuti, selaku penanggungjawab rekonstruksi candi Kedulan mengatakan proses pra rekonstruksi ini rencananya akan dilakukan mulai Agustus 2017 ini hingga Desember 2017. Sementara proses rekonstruksi dilakukan mulai Januari 2018 hingga Desember 2018.

“Dalam proses pra rekonstruksi ini semua bangunan candi akan kita pindah. Namun sebelumnya semua posisi seluruh bagian candi, harus kita ukur terlebih dahulu agar pada saat proses rekonstruksi nanti, posisinya tidak berubah dam sama persis dengan saat ditemukan,” ujarnya Selasa (01/08/2017).

Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pengambilan BPCB DIY, Wahyu Astuti,/Foto: Jatmika H Kusmargana.

Candi Kedulan merupakan candi Hindu yang ditemukan sejak 1993 silam. Saat itu candi ditemukan di areal penambangan pasir di kedalaman sekitar 7 meter di bawah permukaan tanah.

Candi Kedulan terdiri dari bangunan candi utama berukuran 6×6 persegi menghadap ke timur serta terdapat 3 buah candi Perwara di depan candi utama.

Di kawasan Candi Kedulan juga ditemukan 3 buah prasasti berhuruf Jawa Kuno yang menyebutkan candi dibangun abad ke 19 serta memiliki dam atau bendungan. Namun dari 3 prasasti hanya 2 prasasti yang dapat terbaca karena satu telah rusak.

Sejumlah arca mulai dari arca Ganesha, Agastya, Durga, hingga Nandi lengkap ditemukan di kawasan ini. Termasuk sejumlah koin emas yang disimpan dalam Pripih atau bangunan inti dari candi.

“Candi Kedulan ini mirip dengan candi Sambisari dan candi Kimpulan. Berdasarkan studi atau kajian yang dilakukan, candi Kedulan ini layak dipugar. Karena hampir semua bagian candi ditemukan. Acra dan prasasti juga lengkap. Hanya saja selama ini pemugaran tertunda karena lokasinya yang ada di bawah 7 meter permukaan tanah dan tergenang air,” katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pemugaran, Indu Panca Putra, mengatakan untuk mengatasi genangan air yang muncul di sekitar bagungan candi akan dibuat parit keliling dengan outlet menuju sungai Wareng. Selain itu pihaknya juga akan membuat sumur resapan di sekitar lokasi candi untuk mengalirkan air ke parit tersebut.

“Tentu pembuatan resapan dan parit ini akan kita desain agar tidak mengganggu struktur bangunan candi. Diharapkan dengan cara ini nantinya air yang terserap masuk dapat mengalir ke sungai sehingga dapat mengatasi persoalan genangan air selama ini,” katanya.

Untuk melakukan proses pra pemugaran sendiri BPCB DIY menerjunkan sekitar 30 orang tim mulai dari para arkeolog, tenaga pengukur, juru gambar, juru foto dan tenaga pendukung lainnya.

BPCP DIY juga mengaku melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pemugaran candi Kedulan berusia 1000 tahun lebih yang sempat tertutup material vulkanik hingga dua kali ini.

Kepala Unit Pemugaran, Indu Panca Putra,/ Foto: Jatmika H Kusmargana.
Lihat juga...