Dukung Ketahanan Keluarga, Balikpapan Terapkan Kebijakan

BALIKPAPAN — Tantangan yang dihadapi oleh keluarga pada era modern adalah gaya hidup dan tingkat kesibukan orang tua yang semakin meningkat. Hal itu akan berdampak pada tatanan kehidupan keluarga, kesenjangan komunikasi berkumpul keluarga dan mulai lunturnya jiwa budaya gotong royong antar masyarakat.

Upaya menjadikan keluarga sebagai subyek dan objek pembangunan bangsa maka keluarga merupakan wahana pertama dan utama dalam penyemaian nilai luhur kebangsaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM)

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menjelaskan tantangan yang kita hadapi itu harus dibentengi dari keluarga, dan meningkatkan komunikasi dengan keluarga secara tatap muka.

“Tantangan yang dihadapi juga teknologi yang canggih yakni gadget juga dapat mempengaruhi keluarga apabila tidak dibangun komunikasi yang baik dari keluarga. Karena nya kita harus bangun keluarga yang mampu mempertahankan dan mandiri,” ungapnya saat sambutan pelaksanaan Harganas ke XXIV tingkat provinsi Kaltim di gedung Dome Balikpapan. Selasa (1/8/2017).

Karena itu, diperlukan perhatian khusus bersama, bukannya momentum harganas. Melainkan setiap waktu, karena keluarga merupakan bagian dari keseharian kita. Dikatakannya, kemajuan zaman yang dibarengi dengan perkembangan teknologi informasi mestinya menjadikan nilai-nilai kekeluargaan yang semakin kuat.

Dalam menyikapi perkembangan zaman dengan berbagai kompleksitas yang menjadi tantangan, diperlukan pembangunan keluarga yang berkualitas. Menurutnya diperlukan beberapa kebijakan guna mendukung ketahanan keluarga.

Kebijakan itu antara lain terbentuknya tempat layanan konsultasi dan konseling keluarga, penguatan pelaksanaan 10 program pokok PKK dari tingkat kota hingga RT, penguatan lembaga Pusat Pelayanan Terpadu pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), program panji berbakat, dan pembinaan anak dan remaja dalam kegiatan forum anak Balikpapan dan pramuka.

“Karena itu diperlukan ketahanan keluarga sehingga memiliki keluarga berkualitas. Jangan karena pengaruh teknologi tapi pertemuan dengan keluarga berkurang. Karena bertatap muka dalam satu keluarga sangat penting,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Kepala BKKBN Pusat Surya Chandra Surapaty mengatakan keluarga memiliki arti yang sangat penting. Pembangunan yang dilakukan bukan hanya di wilayah fisik saja namun membangun kualitas manusia Indonesia sehingga mampu berkompetisi di dalam dan luar Indonesia. Dan keluarga menjadi pilar utama dalam membangun sumber daya manusia.

“Pembentukan perilaku yang berbudi pekerti, suka bergotong royong maka keluarga menjadi pilar utama,” ucapnya.

Dalam sambutannya juga diperlukan revolusi mental sejalan dengan nawacita dalam menanamkan keluarga yang sejahtera dan mandiri. Melalui pembangunan karakter yang berkebangsaan dan dimulai dari keluarga maka terbentuk keluarga yang berkualitas.

“Dalam Harganas ke XXIV dengan hari keluarga nasional kita bangun karankter bangsa melalui keluarga yang berketahanan dan Indonesia sejahtera. Keluarga menjadi wahana pertama dan utama dalam pembangunan karakter bangsa. Pembentukan perilaku yang berbudi pekerti, memiliki semangat pantang menyerah, bergotong royong dimulai dari keluarga,” tambahnya.

Lihat juga...