JAKARTA — Bank Indonesia menyatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia hingga pertengahan 2017 masih berada di level 5,01 persen, dan dinilai masih merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan perekonomian negara-negara ASEAN lainnya.
“Pencapaian pertumbuhan perekonomian Indonesia pada kuartal pertama tahun 2017 mencapai 5,01 persen, namun sebenarnya angka tersebut bisa dibilang masih di bawah perkiraan kami, yaitu 5,1 persen, namun yakin pada kuartal kedua hingga akhir tahun 2017 pertumbuhan perekonomian di Indonesia masih stabil dan membaik”, jelas Dody Budi Waluyo, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, di Jakarta, Kamis (3/8/2017).
Menurut Dody, pertumbuhan perekonomian Indonesia kemungkinan bisa tumbuh sedikit di atas 5,01 persen, bahkan tahun depan bisa tumbuh hingga 5,1 sampai 5,4 persen. Salah satu faktor pendukung tumbuhnya perekonomian Indonesia adalah membaiknya fundamental ekonomi Indonesia.
Namun demikian, Dody mengatakan, pemerintah harus mewaspadai beberapa risiko-risiko yang mungkin akan sangat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian Indonesia, salah satunya adalah kebijakan Pemerintah Amerika Serikat, terutama yang bertautan dengan kebijakan moneter.
Bank Indonesia mengakui, bahwa hingga saat ini kondisi perekonomian Indonesia maupun kondisi perekonomian dunia atau secara global memang masih mengalami perlambatan. Namun, belakangan ini perekonomian dunia mulai menujukkan tanda-tanda membaik, jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Terkait dengan perlambatan ekonomi tersebut, Bank Indonesia akan terus berupaya untuk selalu melihat atau melakukan pengamatan terkait berbagai macam resiko maupun ancaman terkait dengan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Salah satunya adalah mengamati perkembangan perseroan nilai tukar mata uang Rupiah dengan beberapa mata uang asing.