Revitalisasi Kawasan Industri Tahu Tempe, Balikpapan Usul Anggaran ke Pusat

BALIKPAPAN — Untuk menuntaskan pembangunan rumah produks kawasan industri tahu tempe Somber di Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, diusulkan anggaran revitalisasi di sentra industri tersebut ke Kementerian Perindustrian. Adapun usulan anggaran ke Kementerian sebesar Rp6 miliar pada  2018 mendatang.

Rencananya rumah produksi tahu tempe yang akan tersedia sebanyak 118 unit, sedangkan yang telah terbangun lebih dari 75 unit, dan 15 unit masih belum selesai dibangun. Pada tahun 2016, 15 unit rumah produksi rencananya dibangun menggunakan anggaran Provinsi Kalimantan Timur, namun karena kondisi defisit maka pembangunan 15 unit rumah produksi terhenti.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Balikpapan Doortje Marpaung mengungkapkan usulan anggaran revitalisasi sentra industri tahu tempe di Somber itu untuk menuntaskan pembangunan rumah produksi pengrajin tahu tempe yang rencananya sebanyak 118 unit, namun realisasinya hingga kini belum tercapai karena pembangunan dilakukan secara bertahap..

“Kita ada usulkan tahun 2018, itu untuk menuntaskan semuanya agar sentra industri tahu tempe dapat berjalan dan selesai. Kawasan industri ini dilbangun lebih dari 25 tahun yang saat itu diawali pembangunan 60 unit rumah produksi. Selanjutnya, bertahap pembangunan lanjut kemudian setelah deefisit jadi terhenti. Makanya usulan 2018 ke Kementerian ini untuk menuntaskannya,” jelasnya Kamis, (3/8/2017)/

Tujuan dibangunnya sentra industri tahun tempe Somber ini menjadi satu wilayah atau kawasan industri khusus tahu tempe dengan memperhatikan faktor lingkungan. Seperti limbah dari tahu tempe jauh dari pemukiman. Serta kegiatan usaha produksi tahu tempe, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Balikpapan.

Menurutnya, masih ada sekitar 20 unit rumah produksi yang pembangunnya belum rampung. Karena diperlukan bantuan dari pusat, mengingat anggaran daerah dilanda defisit.

“Mulanya unit rumah produksi tersebut dibangun dengan dana bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim, namun karena kondisi fiskal pemerintah yang defisit, penggelontoran dana berhenti di tengah-tengah. Jadi pembangunan terhenti,” tandasnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Balikpapan Doortje Marpaung/ Foto: Ferry Cahyanti.

Apabila secara keseluruhan rumah produksi tahu tempe ini sudah terbangun maka akan ditata lebiih baik, dan dipastikan tidak ada pengrajin tahu tempe yang buat di luar Somber artinya harus berada di satu wilayah.

“Lalo sudah tuntas, akan kita tata benar-benar. Semua pengrajin tahu tempe sudah ada di Somber,” tandasnya.

Selain itu, Doortje menargetkan pada tahun ini retribusi dari sewa rumah produksi tahu tempe mencapai Rp86 juta. Dan realisasinya baru tercapai sekitar Rp34 juta.

“Itu targetnya tahun ini Rp86 juta, tapi sekarang belum tercapai, yang disewakan baru 15 unit. Sedangkan 60 unit baru nanti 2020 dibicarakan karena masih masa kontrak,” tutupnya.

Untuk diketahui lahan sentra industri tahu tempe Somber ini seluas 9 Hektare dengan jumlah produksi sebanyak 10 ton per hari.

 

 

Lihat juga...