Permen Obat Cacing Biji Pepaya Buatan Siswa Karanganyar

SOLO — Biji pepaya yang biasanya hanya dibuang, rupaya bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Setelah kerja keras dan tak pantang menyerah, dua siswa dari SMK Bintang Nusantara di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yakni Upik Anggela Pratiwi dan Rachmawati, mampu memanfaatkan biji pepaya sebagai obat cacing.

Uniknya, obat cacing dari biji pepaya ini dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti, gula, gelatin, bubuk jely. Melalui tangan keduanya, siswa kelas XI jurusan Farmasi itu mampu membuat permen biji pepaya yang mampu menjadi obat cacing.

“Permen ini kita beri nama candy papaina,” terang Upik kepada Cendana News, Kamis (3/8/2017).

Menurut dia, nama papaina sendiri berasal dari kata papain, yakni kandungan enzim yang ada pada daun pepaya maupun buanya. Sedangkan ide pembuatan obat cacaing dalam bentuk permen ini mereka dapatnya saat mengikuti kegiatan belajar di kelas.

“Kami buat bentuknya seperti permen, ini sebagai obat cacing bagi anak-anak. Biasanya kan kalau anak agak susah kalau disuruh minum obat cacing. Dengan makan permen ini sudah bisa menjadi obat cacing,” sambung Upik.

Dijelaskan, candy papaina yang bermanfaat bagi anak-anak sebagai obat cacing ini karena kandungan dari biji pepaya yang mengandung glukoda kasirin, dan karpain. Dari berbagai hasil penelitian yang ada itulah, keduanya mencoba bereksperimen membuat obat cacing yang mudah dan digemari anak-anak.

Perlu waktu yang cukup lama untuk bisa membuat candy papaina sesuai yang diinginkan. Sebab, dari awal hingga saat ini sudah berhasil membuat permen obat cacing itu membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Mulai dari mencari bahan-bahan yang sesuai dengan pembuatan permen, hingga rasa yang dihasilkan benar-benar enak.

“Tiga bulan pertama kita terus bereksperimen, namun selalu gagal. Kita coba lagi, sudah jadi namun tidak tahan lama, kita cari lagi bahan-bahan yang bisa membuat awat dengan alami, dan alhamdulillah saat ini sudah berhasil,” ungkap keduanya.

Diakui kedua siswa ini, dalam pembuatan candy papaina ini sempat terkendala, karena permen terasa pahit. Namun setelah dilakukan uji coba beberapa kali, rasa pahit dari biji pepaya ini bisa dihilangkan. “Ternyata yang membuat rasa pahit adalah saat pencucian biji pepaya. Biji pepaya harus dicuci dengan air mengalir dan benar-benar bersih sebelum dihaluskan,” tambah Rachmawati.

Hasil kreasi siswa SMK ini bahkan saat ini sudah mulai dipasarkan di lingkungan sekolah. Satu buah permen obat cacing ini dihargai Rp1500, dengan dua rasa pilihan, yakni rasa jeruk dan melon. “Permen ini bisa bertahan hingga 1,5 bulan sebagai waktu kadaluwarsanya,” tandas dia.

Kandungan biji pepaya bisa digunakan sebagai obat cacing telah banyak diulas dari berbagai literatur, baik dunia kesehatan maupun obat herbal. Dari beberapa kali uji coba siswa ini tak lepas dari pendampingan guru, sehingga kedua siswa mampu menciptakan obat cacing dari biji pepaya, dalam bentuk permen jely yang aman di konsumsi anak-anak.

“Pengawet candy papaina ini berasal dari kandungan asam sitrat dalam bubuk jeli bisa sekaligus digunakan sebagai obat pengawat. Permen ini juga aman dikonsumsi anak-anak, siapa tahu memang ada cacingan dalam tubuh mereka,” tutup Fitri Sholikhah selaku guru pendamping.

Kedua Siswa SMP pemncipta Candy Papania/Foto: Harun Alrosyid.
Lihat juga...