Bantu Tunanetra, Damandiri Sosialisasikan Penggunaan Buku Epub
MALANG — Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, akses informasi menjadi sesuatu yang sangat penting bagi semua kalangan, tidak terkecuali penyandang tunanetra. Menyikapi hal tersebut, Yayasan Dana Sejahtera Madiri (Damandiri) bersama dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) dan Yayasan Mitra Netra berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan mengakses informasi, salah satunya dengan buku Epub.
Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja menyebutkan, informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, terutama di era globalisasi dan digital. Siapa yang tidak menguasai informasi pasti akan ketinggalan.
“Kalau dulu waktu saya muda, bangun tidur yang dicari minuman atau makanan. Tapi sekarang begitu bangun tidur yang dipegang adalah ponsel untuk melihat informasi tebaru,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi dan Pelatihan buku Epub bagi tunanetra yang digelar di Guest house Universitas Brawijaya, Sabtu (26/8/2017).
Lebih lanjut ia mengatakan, kurangnya akses informasi juga merupakan penyebab utama kemiskinan dan kebodohan.
Dengan adanya kenyataan tersebut, Yayasan Damandiri berkomitmen untuk membantu saudara-saudara tunanetra untuk bisa meningkatkan kapasitas dengan cara mengadakan pelatihan dan sosialisasi mengenai penggunaan buku Epub.
“Dengan hadirnya buku Epub ini, masyarakat penyandang tunanetra bisa mengakses informasi dari berbagai buku yang tentunya dapat meningkatkan kapasitas mereka untuk dapat berkarya dan ikut serta membangun bangsa dan negara,” ungkapnya.

Dikatakan Subiakto, Yayasan Damandiri yang didirikan oleh Almarhum Presiden Soeharto sengaja dibentuk untuk membantu keluarga-keluarga miskin di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah Damandiri yang didirikan tahun 1996 hingga kini masih tetap bisa membantu orang banyak, termasuk tunanetra,” ucapnya.
Selain itu kami juga akan segera membangun desa mandiri lestari, dimana di desa-desa tersebut juga ada kaum difable yang akan ditingkatkan kapasitasnya agar mereka bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pertuni, Aria Indrawati mengaku sangat berterimakasih kepada Yayasan Damandiri yang terus konsisten mendukung pemberdayaan tunanetra.
“Sejak tahun 2010, Pertuni mendapatkan dukungan penuh dari Damandiri. Untuk itu atas nama 3.750.000 tunanetra di Indonesia, Pertuni menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ucapnya.
Di akhir acara, Yayasan Damandiri bersama Pertuni juga menyerahkan bantuan tiga unit komputer bicara dan satu unit printer kepada Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya. Penyerahan bantuan diberikan secara langsung oleh ketua Damandiri kepada Rektor Brawijaya Mochammad Bisri.