Banten Prioritaskan Pembangunan Sektor Pendidikan

SERANG – Pemprov Banten akan memfokuskan pembangunan fisik dan ruang kelas baru dalam upaya melaksanakan salah satu prioritas pembangunan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten 2017-2022, yakni bidang pendidikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Ardius Prihantono, mengatakan, dengan adanya peralihan kewenangan dari kabupaten/kota ke provinsi terkait pendidikan SMA/SMK, salah satu upaya yang dilakukan yaitu pengurusan penyerahan aset dari kabupaten/kota ke Provinsi, masih kurangnya ruang kelas atau perlu pembangunan gedung sekolah.

“Saat ini masalahnya sangat kompleks seiring dengan peralihan aset, dan per satu Januari 2017 kami sudah melakukan pendataan aset,” kata Ardius, Senin (28/8/2017).

Menurutnya, dalam melakukan langkah penyerahan aset ini, pemprov terus mendata, baik aset fisik maupun non fisik atau sumber daya manusia. “Kami tidak ingin dalam penyerahan aset ini menimbulkan masalah, dan mengganjal opini penilaian dari LHP BPK,” kata Ardius.

Ia mengatakan, beberapa program yang akan dijalankan dalam bidang pendidikan mulai 2018, untuk meningkatkan akses pelayanan pendikan berkualisas terdapat 12 program. Di antara program tersebut, yakni pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk SMA dan SMK.

“Jumlah ruang kelas yang akan dibangun sebanyak 2.016 ruang kelas, sedangkan untuk Unit Sekolah Baru (USB) 168 unit pada 2018,”katanya.

Menurutnya, meskipun sekolah SD dan SMP bukan kewenangan dari pemerintah provinsi, tetapi Pemprov Banten juga akan membangun RKB untuk SMP sebanyak 1.563 unit, dan USB sebanyak 130 unit. “Nanti bentuknya bantuan keuangan ke kabupaten/kota,” kata Ardius.

Tidak hanya itu, kata dia, untuk mendorong guru yang berkualitas, Pemerintah Provinsi Banten memberi bantuan untuk kompetensi guru pendidikan S1, untuk guru SMA dan SMK. Sebanyak 343 untuk guru SMA dan 820 untuk guru SMK.

“Kami juga menyediakan peningkatan kompetensi pendidikan S1 bagi guru SMP 2.900 orang dan 7.832 bagai guru SD,” kata Ardius.

Bahkan, pihaknya juga dalam peningkatan kompetensi guru tersebut mendorong pendidikan S2 bagi guru SD, SMP, SMA dan SMK, dengan jumlah guru yang akan didorong melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 sebanyak 500 orang.

“Ada juga bantuan sarana dan prasarana untuk Paud dan TK disiapkan oleh Pemprov Banten, yaitu untuk 1.000 bantuan. Pola Bantuan ini akan masuk pola bantuan keuangan untuk kabupaten/kota. Kemudian dalam peningkatan kesejahtraan guru, kami akan berikan insentif bagi guru 110.996 guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK,” katanya.

Selanjutnya, Provinsi Banten juga menargetkan 1.000 perpustakaan, pemberian beasiswa bagi 1000 siswa kebutuhan khusus baik tingkat SD hingga SMA.

“Kami juga rencanakan tempat uji kopetensi yang akan memakan biaya hingga Rp100 milar, dan peningkatakan fungsi sekolah untuk menanamkan nilai – nilai agama,” kata Ardius. (Ant)

Lihat juga...