Balikpapan Mulai Terapkan Transaksi BBM Non-Tunai

BALIKPAPAN — Masyarakat Balikpapan mulai hari ini, Senin (21/8/2017) bisa melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Damai menggunakan transaksi nontunai (Cash Less). Hal itu terwujud berkat kerjasama antara Pertamina dan Bank Mandiri Balikpapan, didukung Pemerintah Kota Balikpapan dan Bank Indonesia.

Asisten Manajer Pertamina RU V, Teuku Desky Arifin, mengungkapkan pola transaksi pembelian BBM nontunai ini mudah dimonitor setiap harinya dan memudahkan pelayanan kepada konsumen dalam pembelian BBM.

“Masyarakat akan dimudahkan dan tidak perlu repot. Bisa terhindar kecurian permainan atau kembalian buat konsumen, uang robek dan lain-lain,” jelasnya, saat Konferensi Pers Launching Transaksi NonTunai Pembelian BBM di SPBU Damai Balikpapan, Senin (21/8/2017).

Ia mengatakan, ke depan tidak hanya SPBU Damai saja, namun semua SPBU bisa menggunakan pelayanan transaksi nontunai tersebut. Namun, pelayanan cash less ini baru diperuntukkan bagi pembelian BBM nonsubsidi.

“Mudah di-print out produk apa berapa nominalnya. Lebih safety di SPBU, setiap hari 20 ton atau sekitar Rp200 juta uang cash,” paparnya.

Area Head PT. Bank Mandiri Cabang Balikpapan, Puji Heru Subardi, mengatakan dalam menyukseskan program GNNT pihaknya akan terus mendukung kegiatan transaksi nontunai dan berupaya memperluas transaksi nontunai.

“Non tunai saat ini bisa digunakan dengan elektronik, karena kita berperan aktif dari berbagai infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan, utamanya nontunai. Melalui kerjasama dengan Pertamina, salah satu upaya mendukung gerakan nontunai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani, menyatakan upaya peningkatan transasksi nontunai di Kota Balikpapan terus dilakukan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama tentang elektronifikasi transaksi keuangan Pemerintah Kota Balikpapan pada April 2017, lalu.

“Berdasarkan data Bank Indonesia, konsumsi rumah tangga Indonesia saat ini cukup tinggi, dan sebagian besar aktivitas transaksinya menggunakan uang tunai. Karenanya, dengan transaksi nontunai ini bisa digalakkan terus,” tukasnya.

Menurutnya, program gerakan transaksi nontunai masih terkendala pada perilaku masyarakat yang lebih percaya pada transaksi tunai. “Kesiapan infrastruktur dan konektivitas jaringan juga mempengaruhi kecepatan pelayanan,” tutur Suharman.

Masalah kecepatan pelayanan menjadi faktor keberhasilan pelayanan nontunai bisa diterima masyarakat. “Kalau makin lama kan masyarakat malah makin malas. Tadi, kita ukur waktu nggak sampai satu menit, tapi tadi kayaknya Mbak-nya agak grogi,” ujarnya.

Pihaknya belum bisa menyebutkan besaran partisipasi masyarakat dalam transaksi nontunai ini, karena belum memiliki data pastinya.

Di tempat yang sama, Walikota Rizal Effendi, menyambut baik layanan terbaru ini. Meski transaksi non tunai sudah digulirkan sejak 2014 secara nasional, namun belum banyak masyarakat yang menjalani. “Pada 1 Agustus lalu kami mengeluarkan surat edaran kepada OPD dan pelajar di sekolah-sekolah sebagai generasi milenia yang banyak menggunakan teknologi IT. Jadi, gerakan seperti ini harus lebih kita lakukan secara lebih besar,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya meminta agar transaksi nontunai dalam pembelian BBM apapun layanannya dapat gencar disosialisasikan, agar masyarakat terbiasa sistem yang baru ini.

Lihat juga...