Balikpapan Butuh 130 Ribu Unit Rumah
BALIKPAPAN — Dinas Perumahan dan Pemukiman Balikpapan, mencatat kebutuhan rumah (backlog) mencapai 130 ribu unit. Dari jumlah itu, baru terbangun sekitar 15 ribu unit. Data backlog tersebut merupakan data kota Balikpapan tahun 2014, lalu, dan rencananya tahun ini kebutuhan rumah akan didata ulang.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Pemukiman, Wahyudi Iriyanto, menjelaskan data kebutuhan rumah sudah dimiliki oleh kota sejak tahun 2014 lalu, dan tahun ini kembali di-update, agar terlihat jumlah yang sudah terbangun dari backlog.
“Kita itu sudah punya data kebutuhan rumah tahun 2014, selanjutnya tahun 2017 kembali di-update menggunakan APBD sesuai MoU Juli kemarin di Provinsi Kaltim. Kebutuhan rumah kita 130 ribu unit, yang sudah terbangun sekitar 15 ribuan dari rumah bawah, menengah, atas dan swadaya,” jelasnya, Jumat (11/8/2017).
Dari 15 ribu unit yang sudah terbangun itu, diperkirakan 10 ribuan unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah dan ratusan untuk menengah atas.
Menurutnya, penyusunan kebutuhan rumah di 2017, dari rumah yang dibangun pengembang dan swadaya. Artinya swadaya itu yang dibangun sendiri oleh masyarakat. “Kita data rumah yang sudah dibangun pengembang berapa dari perencanaan yang diajukan, kemudian berapa yang dibangun swadaya sendiri masyarakat. Bukan hanya yang sudah terbangun, tapi yang masih rencana juga harus didata,” terangnya.
Selanjutnya setelah penyusunan data, nantinya akan dilihat berapa rumah yang harus dibangun untuk memenuhi warga. Wahyudi menambahkan, pengembang melakukan pembangunan rumah secara intens mulai 2015 hingga kini. Fakta yang terjadi banyak pengembang yang bangun, tapi banyak juga yang belum terbeli.
“Katanya butuh rumah, tapi begitu dibangunkan yang terbeli tidak maksimal. Katanya terkendala pengajuan kredit, khususnya di MBR,” tukasnya.
Ia mengakui, pembelian rumah menengah ke atas saat ini mengalami penurunan menyusul kondisi ekonomi daerah yang belum pulih sepenuhnya. “Kalau pembelian menengah ke atas ekonomi memang lagi kurang, tapi banyak yang beralih ke perumahan MBR, dan permintaannya meningkat,” sebutnya.