GORONTALO – Akses jalan Trans Sulawesi di wilayah barat Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, tepatnya perbatasan Kecamatan Anggrek dan Monano, di jembatan kembar Desa Garafia, tertutup karena terhalang badan truk kontainer yang memuat alat berat.
Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gorontalo Utara, Risan Demanto, mengatakan kendaraan-kendaraan dari wilayah barat kabupaten ini, yaitu Kecamatan Monano, Sumalata hingga Tolinggula yang akan menuju wilayah ibukota kabupaten Kwandang, termasuk kendaraan dari Provinsi Sulawesi Tengah, tidak bisa melintas.
Truk kontainer sepanjang 15 meter, melintang menutup akses jalan satu-satunya di wilayah barat tersebut, menyebabkan antrian panjang kendaraan terjadi sejak pukul 17.00 Wita.
Risan mengatakan, belum ada kendaraan yang dapat melintas, kecuali dari arah sebaliknya, yaitu dari wilayah Kwandang, sebab masih bisa melewati bahu jalan sebelah kanan. “Itupun sangat beresiko, sebab bahu jalan di posisi turunan, maka selain motor, kendaraan roda empat sangat sulit melintas jika sopir tidak mampu menguasai medan,” ujarnya, Kamis (31/8/2017).
Menurut Risan, sopir kontainer tersebut mengalami hilang keseimbangan saat akan menanjak di jembatan kembar tersebut menuju Kecamatan Anggrek, menyebabkan kontainer bermuatan alat berat hampir terguling dan terseret hingga melintang menutup seluruh akses jalan.
Sejauh ini, kata Risan, pihaknya sudah memeriksa seluruh kendaraan yang akan melewati jalur tersebut, termasuk kekhawatiran apakah terdapat kendaraan bermuatan ternak kurban yang akan didistribusi di wilayah barat untuk penyembelihan dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah/2017.
Tertutupnya akses Trans Sulawesi itu diakuinya, sudah disampaikan ke pemerintah daerah. “Saya pun telah mengirim pesan singkat ke seluruh pimpinan ataupun pejabat daerah terkait, agar bisa berupaya membantu evakuasi truk, sehingga akses jalan bisa segera dilalui,” ujar Risan. (Ant)