BADUNG — Ratusan wisatawan domestik dan mancanegara, Minggu (27/8/2017) terlihat memadati Kuta Sea Turtle Conservation Center (KBSTCC). Mereka berkumpul dalam rangka melepas tukik yang baru saja menetas.
Mereka terlihat antusias saat diberikan pengarahan oleh salah seorang aktivis. Sekitar 10 menit, wisatawan diberikan penjelasan serta arahan, saat proses pelepasan tukik berlangsung dan selanjutnya para wisatawan tersebut diarahkan ke bibir pantai yang terlebih dahulu ditandai sebagai zonasi pelepasan.
Sesampainnya di bibir pantai wisatawan tidak henti-hentinya kembali diberikan arahan proses pelepasan tukik dan larangan untuk bergerak dari tempat, karena dikhawatirkan bisa menginjak tukik saat menuju pantai.

Pada hitungan ke-3 wisatawan secara serentak melepas tukik secara perlahan ke tanah. Dan alhasil tukik atau bayi penyu ini terlihat lucu saat menuju ke tengah laut.
Menurut I Gusti Ngurah Tresna saat ini pihaknya melepas setidaknya 300 ekor tukik jenis Lekang. Ia menjelaskan, pelepasan tersebut bertujuan untuk tetap melestarikan habitat penyu yang selama ini banyak diburu untuk dikomsumsi daginggnya.
“Tukik yang dilepas jenis lekang,” ucap pria yang biasa disapa Mr.Turtle ini
Mr. Turtle menjelaskan, tukik yang baru saja dilepas tersebut sebelumnya sudah melalui proses penetasan secara alami di penakaran (KBSTCC). Sedangkan usia tukik yang dilepas rata-rata berumur 46 hingga 60 hari.
“Telur tukik yang baru saja menetas harus segara dilepas,” tegasnya.
Dia menyebutkan, kawasan pantai di Pulau Bali ini sangat banyak spesies penyu yang bertelur. Oleh sebab itu pihaknya berharap kepada masyarakat untuk turut serta menjaga habitat penyu tersebut.
Pelepasan tukik tersebut tentu mendapat antusias dari wisatawan yang berkunjung ke Bali. Seperti yang dikatakan oleh wisatawan asal Australia ini misalnya. Stevani menyebutkan, sangat senang dilibatkan dalam pelepasan tukik ke pantai.
“Tentu sangat spesial sekali, saya sering melakukannya saat berkunjung ke Bali,” ucap Stevani barbera.