Gubug Wit, Wisata Instagramable dan Asik untuk Nongkrong

SEMARANG — Bagi generasi millenial salah satu unsur tempat wisata yang menarik adalah tempat wisata yang memiliki spot foto yang bagus. Kondisi ini dibaca dengan baik oleh para pemuda di Dusun Telon Kacang, sebuah dusun yang harus dilewati untuk menuju Wisata Goa Kreo. Dengan kesadaran wisata yang tinggi, pemuda Dusun Telon Kacang sengaja membuat wisata baru berupa rumah pohon yang dinamakan Gubug Wit dengan konsep instagramable .

Nama Gubug Wit sendiri berasal dari bahasa jawa. Gubug artinya tempat peristirahatan yang berupa rumah kecil, sedangkan wit berarti pohon. Sehingga nama Gubug Wit sebenarnya sudah menggambarkan rumah pohon itu sendiri. Bahasa jawa sendiri sengaja digunakan sebagai cerminan rasa cinta pada budaya lokal.

Rosalia, Pengelola Gubug Wit menjelaskan, ide awalnya dari dibuatnya tempat wisata ini adalah ajakan Lurah yang mengajar warga Dusun Telon Kacang untuk bersama-sama membangun wisata. Sebab, letak dari Dusun Kacang Telon sendiri yang sangat dekat dengan kawasan wisata Goa Kreo dan kawasan wisata Waduk Jatibarang Semarang.

“Pemuda di dusun kami jadi tertarik dan kemudian tersadar potensi dusun kami yang bisa mendatangkan banyak wisatawan. Dari situ kemudian kami mencari-cari ide untuk membuat tempat wisata apa yang cocok dengan kondisi alam dan nantinya akan banyak pengunjung. Beberapa waktu akhirnya tercetus ide untuk membuat tempat wisata Gubug Wit,” kata Rosalia saat ditemui, Minggu (27/8/2017).

Rosalia, Pengelola Gubug Wit/Foto: Khusnul Imanuddin

Gubut Wit sendiri dibuat di sebuah pohon besar yang ada di Dusun Telon Kacang yang letaknya di pinggiran dataran tinggi. Letak inilah yang membuat pemandangan di Gubug Wit sangat bagus. Hamparan sawah ladang, bukit-bukit, dan lereng dunung bisa dilihat dari Gubug Wit ini. Selain itu, karena letaknya yang tinggi membuat tiupan angin sepoi-sepoi menambah kenyamanan.

Keunikan lain, adanya meja-meja dan kursi-kursi kecil yang terbuat dari kayu, sehingga menambah tempat ini bagus untuk dijadikan tempat foto. Gubug Wit sendiri memiliki dua lantai, yang dihubungkan dengan tangga kayu keliling yang artistik. Sedangkan untuk menuju Gubug Wit ini, pengunjung harus melewati jembatan bambu yang bagus juga untuk dijadikan spot foto.

“Dengan letak yang bagus, dan dekorasi rumah pohon yang menggunakan bambu ini membuat Gubug Wit cocok menjadi spot foto. Sehingga pengunjung bisa berfoto ria di setiap sudu,” ujar wanita yang akrab disapa Ros.

Ros menceritakan awal mula tujuan dibuatnya Gubug Wit memang hanya sebagai spot foto yang instagramable. Mengingat saat ini banyak sekali wisatawan, khususnya anak-anak muda yang suka mengujungi tempat yang instagramable. Namun karena dikhawatirkan kalau hanya spot saja maka pengujung akan mudah bosan, maka para pengelola Gubug Wit juga menyediakan makanan dan minuman yang bisa dipesan pengunjung.

“Jadi sekarang ini konsep Gubug Wit berubah menjadi tempat wisata yang instagramable dan asik untuk tampat nongkrong,” imbuh Ros.

Menurut Ros, pengelolaan Gubug Wit sendiri murni dari para pemuda dan warga Dusun Telon Kacang, mulai dari pembangunannya hingga pemeliharaannya. Jadi Gubug Wit ini memang sebuah inovasi oleh warga dan untuk warga. Maka diharapkan dengan adanya Gubug Wit perekonomian warga juga ikut tumbuh.

Lihat juga...