Sulsel Gelar Tes Narkoba di Sekolah
MAKASSAR — Untuk mencegah peredaran serta pemakaian narkoba di kalangan remaja, maka tahun ini Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel mengadakan tes narkoba yang diperuntukan oleh siswa-siswa SMA di provinsi itu.
Tes ini sangat di wajibkan untuk para siswa baru SMA yang ada di Sulsel. Tes narkoba ini sangat mendapat apresiasi dari segala pihak terkait seperti BNN, kepala sekolah SeSulsel, dan para siswa.
Salah satun yang menggelar tes itu adalah SMAN 1 Makassar yang terletak di Jalan Bawakaraeng ini. Saat ini masih menggu konfirmasi dari pihak BNN untuk segera datang dan melakukan tes narkoba. Kepada para siswa baru yang jumlahnya sekiranya ada 300 siswa.
Kepala Sekolah SMAN 1 Makassar Arifin Tamma sangat mengapresiasi dengan adanya tes narkoba ini. Hal ini sangat efektif untuk memerangi narkoba di kalangan siswa SMA (remaja).
“Bahkan tidak hanya untuk para siswa baru saja. para siswa lama dan juga seluruh warga SMAN 1 Makassar diwajibkan untuk mengikuti tes ini”. Jelas Arifin Tamma di ruang kerjanya pada Cendana News, Selasa(18-07-2017).
Selain dengan jalan mengikuti tes narkoba, SMAN 1 Makassar ini juga menegakkan peraturan ketat dalam tata tertib termasuk dalam penyalah gunaan narkoba itu sendiri. Tidak hanya, penegakkan tata tertib, namun ada juga sosillisasi terhadap bahaya penggunaan narkoba yang dijalankan oleh SMAN 1 Makassar ini dan bekerja sama dengan BNN.
SMAN 1 juga menerapkan Full Day School yang di mana, selama berada di lingkungan sekolah mengembangkan dan menanamkan pendidikan karakter pada siswa-siswanya di sekolah. Hal ini untuk menghindarkan para siswanya dari hal-hal buruk tidak hanya narkoba saja.
Arifin juga menambahkan jika pemerintah Kota Makassar memiliki program salat subuh berjamah. Di SMAN 1 Makassar memiliki program Salat Zuhur berjamaah bagi yang muslim.
“Biasanya setelah salat akan ada pencerahan dari guru-guru yang mengajar di sekolah ini”. tambahnya.
Meski Arifin Tamma yakin bahwa warga SMAN 1 tidak akan ada yang terjerat dengan narkoba. Arifin Tamma tetap saja was-was, karena menurutnya jika zat adiktif ini gampang sekali beredar.
“Saya yakin dengan para siswa saya bahwa siswa saya tidak akan memakai zat adiktif berbahaya ini, namun yang menjadi ke khawatiran kami jika ada pengedar,” imbuhnya.
Menurut Arifin lagi jika misalnya ada yang terbukti dari salah satu siswanya seorang pemakai. Dirinya tidak akan menjustifikasi anak tersebut melainkan, tetapi pihak sekolah akan membantu anak tersebut sesuai arahan dari BNN. Karena menurutnya yang menjadi pemakai itu adalah korban.
Apresiasi juga diberikan oleh siswa yang bersekolah di SMAN 1 Makassar. Di antaranya adalah Irfan. Siswa kelas 2 ini, memaparkan jika dirinya diwajibkan mengikuti tes narkoba tersebut dirinya tidak akan takut.
“Kenapa saya mesti takut dengan tes narkoba tersebut? Saya bukan pemakai jadi saya tidak takut untuk menjalani tes narkoba tersebut,” ungkap Irfan.
Irfan juga menambahkan punya cara agar dirinya tidak terpengaruh dengan hal-hal yang buruk. Dia kerap mengisi kegiatan-kegiatan positif, baik kegiatan dalam lingkup sekolah maupun d iluar sekolah. Dinas Pendidikan Provinsi telah menjadwalkan tes narkoba bagi siswa ini akan serempak dilakukan di Sulsel sejakl 17 hingga 19 Juli besok.