SLB di Batu Ini Ajarkan Silaturahmi, Dukung Tes Narkoba
BATU — Usai menikmati libur panjang, sejak kemarin semua siswa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas kembali masuk sekolah dan melakukan aktivitas seperti biasa. Namun sesuatu yang berbeda terlihat di Sekolah Luar Biasa (SLB) Eka Mandiri. Di SLB ini para siswa justru baru kembali masuk sekolah pada hari ini, Selasa (18/7/2017).
SLB yang berlokasi di jalan Terusan Kasiman, kota Batu tersebut mengawali hari pertama masuk sekolah dengan acara Halal Bi Halal bersama Guru, Siswa dan juga wali murid. Dari pantauan Cendana News, para siswa yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) nampak ceria ketika bertemu kembali dengan teman dan juga para guru.
“Agenda hari ini kami mengadakan acara Halal Bi Halal seperti tahun-tahun sebelumnya bersama siswa dan juga wali murid,” jelas salah satu Guru SLB Eka Mandiri, Laila Iswandari.
Laila menyampaikan bahwa, agenda Halal Bi Halal memang dilakukan setiap tahun setelah libur hari raya Idul Fitri. Menurutnya dengan digelarnya acara Halal Bi Halal tersebut, anak-anak diajarkan untuk bisa saling memaafkan.
Hal ini diwujudkan dengan langsung bersalaman kepada teman maupun guru mereka. Dalam acara tersebut para siswa diajak untuk mendengarkan ceramah agama, sholawat bersama dan menyanyikan lagu-lagu religi.
“Pada acara Halal Bi Halal anak-anak juga kita minta untuk tampil menunjukkan kemampuannya dalam hal menyanyi, membaca doa dan sebagainya,” terangnya.
Lebih lanjut Laila menyebutkan, total siswa yang ikut dalam acara Halal Bi Halal kurang lebih 85 anak yang terdiri dari siswa SDLB, SMPLB dan SMALB.
“Untuk siswa baru SMPLB Eka Mandiri ada 14 anak. Sedangkan untuk jenjang SMALB ada 8 siswa baru,” ungkapnya.
Menurut Laila, meskipun siswa siswi yang ada di SLB Eka Mandiri memiliki keterbatasan dan berkebutuhan khusus, tapi tidak menunutup kemungkinan bagi mereka untuk dapat berprestasi.
“Mereka memang punya kekurangan, tapi mereka juga punya banyak kelebihan,” akunya.
Sementara itu di singgung mengenai kebijakan Dinas Pendidikan Kota Batu tentang tes urine bagi siswa baru, Laila mengaku sangat mendukung adanya tes tersebut. Karena meskipun sekolahnya merupakan sekolah luar biasa, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk itu.
“Mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa narkoba tidak akan sampai pada anak-anak berkebutuhan khusus. Padahal bisa saja hal tersebut terjadi karena ABK tidak selalu berada di sekolah. Di rumah mereka juga bisa bergaul dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Jadi saya sangat setuju dan mendukung kebijakan tersebut, sehingga dapat lebih menghindarkan siswa dari barang terlarang tersebut. Dari BNN sendiri juga sudah memberi pengarahan kepada kami untuk mengantisipasi narkoba di lingkungan sekolah.
“Insya Allah di sekolah kami masih aman dari barang terlarang tersebut,” pungkasnya.