PAINAN –— Minuman khas Minangkabau, Sumatera Barat, teh talua (teh telur) cukup dikenal di Nusantara Indonesia ini, namun seiring waktu berlalu minuman teh talua hadir dengan berbagai kreasi dari racikan para penyaji teh talua.
Kali ini, di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, tepatnya berada di daerah Pasie Surantih, ada satu warung yang menyajikan teh talua dengan kreasi balenggek (bertingkat) dengan berbagai jenis warna dari adukan bahan-bahan teh taluanya.
Lokasi warung teh talua ini berada dekat dari tepi pantai, sehingga tak jarang bagi para nelayan dan masyarakat sekitar menjadikan teh talua minuman sehari-harinya.
Siis pemilik warung sekaligus yang meracik teh talua balenggek menjelaskan, pada intinya bahan-bahan yang digunakan untuk membuat teh talua sama dengan teh talua pada umumnya.
Hanya saja, cara dan alat yang digunakan untuk mengocokan telur kuningnya itu yang berbeda. Pada umumnya, pembuat teh taluah menggunakan mesin pengocokan telur. Meski secara waktu, mesin memang cepat untuk membuat telur kuning yang dikocok matang, tetapi soal rasa belum bisa dipastikan enak.
“Lebih bagusnya menggunakan lidi daun kelapa yang diikat sekitar 50 helai lidi dengan panjang sekitar 15 cm. Lidi dinilai bagus, karena lidi sangat mudah untuk menjangkau sudut-sudut gelas sehingga pengocokan telurnya bisa merara. Sementara mesin, hanya mempu menjangkau dipermukaan gelas saja,” jelasnya, Minggu (2/7/2017).
Siis juga menyebutkan, untuk menghasilkan rasa yang enak, pada saat memasukan kuning telur nya, jangan hanya dicampuri gula pasir, tapi campuri juga dengan satu sendok makan susu putih. Dengan campuran itu, ketika dikocok didalam gelas, maka akan cepat mengembang dan rasa anyir telur akan hilang.
Menurutnya, agar ada terlihat berbagai variasi tingkatan di dalam gelas. Perlu kejelian untuk menuangkan teh serbuk hangat secara perlahan-lahan ke dalam gelas, sehingga nanti antara teh, telur, dan susu akan terpisah, sehingga terwujudlah teh telau balenggek.
Salah seorang nelayan dan juga penikmat teh talua Siis, Pidal mengatakan, bagi nelayan meminum teh taluah itu sabagai stamina untuk bekerja. Karena, telur kuning memiliki rasa pembangkit tenaga atau stamina.
“Kami menyebutkannya teh talua ombak, karena teh talua balenggek ini adanya ditepi pantai. Soal rasa, bagi kami rasanya sungguh enak, apalagi harganya terjangkau yakni Rp8.000,” ucapnya.
Penikmat teh talua balenggek itu, tidak hanya kalangan para bapak-bapak, tetapi juga dari kalangan pemuda setempat. Pelanggan dari teh talua ini memang tidak ada yang berasal dari luar daerah, tapi hanya dari para nelayan dan masyarakat setempat.