PLS di Sekolan Ini Diisi Budaya Islami

SEMARANG — Masa Orientasi Siswa yang sekarang namanya diganti menjadi Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) biasanya diisi dengan kegiatan untuk mengenal lingkungan sekolah. Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMA Islam Hidayatullah tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah saja, melainkan juga mengenalkan budaya yang ada di sekolah.

SMA Islam Hidayatullah sendiri memiliki konsep budaya sekolah yang bernama budaya sekolah islami (BUSHI). Konsep PLS sekolah ini  berbeda dengan sekolah lainnya. PLS biasanya dilakukan selama 3 hari, namun di sekolah ini dilakukan selama 5 hari (Senin-Jumat).

Alasannya adalah supaya sekolah memiliki banyak waktu untuk melakukan pendidikan karakter kepada siswa baru. Perbedaan lainnya adalah, sekolah ini menyelipkan pembiasaan budaya sekolah islami dan mengadakan workshop-workshop motivativasi dengan mengahadirkan motivator dari luar sekolah.

Pengenalan budaya sekolah islami merupakan tema utama yang diangkat SMA Islam Hidyatullah dalam mengisi kegiatan PLS siswa baru. Budaya sekolah islami sendiri salah satunya kegiatan yang dilakukan sebelum mulai pembelajaran, yaitu kegiatan zikir bersama, Salat Dhuha, baca Quran dan khataman Quran. Adapun selanjutnya kegiatan  ini harus dilakukan setiap harinya oleh semua siswa SMA Islam Hidayatullah.

Waka Kesiswaan, Nunung Kusumawati, mengatakan bahwa pihak sekolah memang mengutamakan pembiasaan budaya sekolah islami daripada hal-hal kognitif lainnya. Hal ini penting dikarenakan bertujuan untuk membentu karakter islami para siswa baru sebelum dilakukannya proses pembelajaran. Selain itu supaya siswa baru juga tidak kaget dan terpaksa melakukan rutinitas-rutinitas di sekolah islam ini.

“Kami yang notabene sekolah Islam, sudah barang tentu memiliki tujuan agar-agar murid kami memiliki karakter yang islami. Sebab siswa baru yang masuk sekolah kami tentu dari latarbelakang SMP yang berbeda-beda. Sehingga perlu sekali mengenalkan konsep budaya sekolah islami. Selain itu bagi kami, ketika pembiasan konsep budaya islami sudah terlaksana dengan baik, keberjalanan proses pembelajaran pasti akan lebih mudah,” ujar Nunung, Kamis, (20/7/2017).

Lebih lanjut Nunung menjelaskan, adapun budaya islami yang diajarkan tidak hanya kegiatan sebelum mulai pembelajaran saja. Tapi hal-hal seperti adab saat bertemu dengan mengucapkan salam, adab makan, ada bergaul juga masuk dalam materi PLS.

Selain masalah kebiasaan, sekolah juga memfasilitasi pendidikan karkater islami dengan mendatangkan motivator untuk mengisi salah satu kegiatan PLS. Materi yang dibawakan adalah mengenai bagaimana menjadi muslim-muslimah yang berkontribusi untuk bangsa.

Dalam materi visi ke depan, siswa akan diajarakan untuk memahami apa tujuan hidup mereka sebenarnya. Kemudian siswa brandstorming ke arah menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Sehingga akan ditekankan bahwa apapun cita-cita dari setiap siswa tujuannya untuk berkontribusi bagi bangsa.

“Penanaman tujuan-tujuan hidup seperti ini merupakan bagian terpenting dari pembiasaan budaya sekolah islami. Kami sangat mengharapkan siswa-siswi ini nanti bisa menjadi generasi islami yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan agamannya.” Imbuh Nunung.

Sementara itu, Ketua Osis SMA Islam Hidaytullah, Nilam Shinta, menambahkan bahwa PLS kali benar-benar tanpa perpeloncoan sesuai dengan aturan dari pemerintah. Fokus PLS benar-benar untuk mengenalkan siswa baru mengenai lingkungan dan budaya di sekolah barunya. Tugas-tugas yang memberatkan untuk membawa barang-barang tertentu juga tidak ada.

“Kami tidak memberikan tugas-tugas yang susah untuk siswa baru, sejauh ini kami hanya menugaskan siswa untuk membuat name tag-nya masing-masing. Itu juga hal yang mudah dan berguna agar siswa baru untuk saling mengenal satu sama lain.

Selebihnya, kami hanya melakukan himbauan bagi siswa yang ingin menyumbangkan barang untuk bakti sosial bisa dikumpulkan selama masa PLS. Adapun bhakti sosial sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan PLS kali ini.” Kata Nilam.

Nilam menjelaskan bahwa bakti sosial juga merupakan pembiasaan budaya sekolah islami yaitu membantu orang-orang yang membutuhkan. Harapan Nilam semoga dengan konsep pembiasaan budaya sekolah islami ini, siswa baru bisa memegang teguh prinsip-prinsi keislaman, bisa berprestasi dan juga memiliki kepedulian terhadap semasa.

 

Lihat juga...