Taman Pintar, Destinasi Wisata Anak dan Edukasi Favorit di Yogyakarta

YOGYAKARTA – Didirikan sejak 2006 lalu, Taman Pintar Yogyakarta memang telah menjadi salah satu destinasi wisata anak sekaligus wisata edukasi paling populer di Yogyakarta, bahkan di Indonesia. Ribuan orang mengunjungi kawasan ini setiap hari libur. Tak hanya dari sekitar Yogyakarta saja, namun juga dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. 
Taman Pintar sendiri didirikan oleh wali kota Yogyakarta pada masa itu Herry Zudianto untuk mendukung pariwisata di DIY. Taman Pintar didirikan sebagai tempat wisata anak sekaligus wisata edukasi yang menyediakan pembelajaran science dalam mendukung kurikulum pendidikan. Khususnya mengajak anak mencintai science melalui sejumlah wahana yang disediakan.
Berbagai wahana edukasi anak terdapat di Taman Pintar. Terbagi dalam tiga gedung utama yakni gedung oval, gedung kotak, dan gedung PAUD, Taman Pintar menyediakan berbagai sarana pendidikan sains. Di kawasan wisata ini, juga terdapat kawasan play ground dengan sejumlah permainan edukasi. Termasuk telapak kaki dan suara asli 7 Presiden Indonesia, mulai dari Soekarno, Soeharto, hingga Joko Widodo.
Suasana salah satu ruang bermain anak. Foto: Jatmika
Plt Analis Humas Taman Pintar, Rita Yuliarti, mengatakan sejumlah wahana unggulan yang ada di Taman Pintar antara lain dari sekitar 50 lebih wahana yang ada adalah wahana bahari untuk mengenal dunia kelautan, zona Indonesiaku dengan wahana gamelan tradisional dimana anak bisa berlajar dan mengenal gamelan, wahana taman air menari untuk anak bermain air, hingga kampung kerajinan yang memberi kesempatan anak untuk belajar membatik serta membuat gerabah.
“Wahana terbaru yang kita miliki antara lain wahana zona terbalik dan wahana geothermal,” katanya Minggu (23/07/2017).
Zona terbalik memberikan ssenasi bagi pengunjung yang seakan melayang dalam posisi di atas atau terbalik. Wahana ini mengedukasi adanya gaya gravitasi dan kemampuan fotografi anak. Sementara zona panas bumi atau geothermal dengan sejumlah alat peraga mengajari anak mengenal potensi dan manfaat panas bumi bagi kehidupan.
“Terdapat alat peraga yang mengajari siswa mengetahui potensi panas bumi di Indonesia, hingga proses pengolahan panas bumi menjadi listrik. Intinya kita ingin mengedukasi panas bumi tidak berbahaya sehingga semua harus menjaga ekosistem bersama,” katanya.
Sejumlah wahana menarik yang ada di Taman Pintar antara lain juga demo science yang memberi kesempatan anak mencoba peragaan pencampuran zat kimia di laboratorium. Selain itu juga terdapat zona broadcasting untuk mengenalkan anak menjadi penyiar dan pegawai broadcasting lainnya. Termasuk juga wahana planetarium yang dapat menampung 100 lebih pengunjung, serta zona melek gizi yang mengajarkan komposisi gizi yang bagus bagi anak.
“Kita menarik tiket Rp10.000 untuk anak-anak dan Rp18.000 untuk dewasa. Saat akhir pekan dalam sehari terdapat sekitar 2000-3000 pengunjung. Namun saat musim lebaran seperti beberapa waktu lalu jumlah pengunjung bisa mencapai 50 ribu orang lebih,” katanya.
Rita Yuliarti. Foto: Jatmika