Sejumlah Anak Jadi Pasar Tramadol

MATARAM  – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nusa Tenggara Barat prihatin dengan fakta dijadikannya anak-anak sebagai pasar obat farmasi jenis tramadol.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Hartina, di Mataram, Sabtu, menyebutkan empat kabupaten/kota yang menjadi pasar tramadol adalah Kota Mataram, Kabupaten Dompu, dan Bima, serta Kota Bima.

“Sebagian besar konsumennya adalah siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas,” katanya usai membuka pelatihan pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bagi sumber daya manusia media.

Hartina mengaku sudah melakukan tinjauan lapangan ke seluruh kabupaten/kota yang menjadi pasar tramadol tersebut. Dari informasi masyarakat, kondisi peredaran obat tersebut tergolong parah, terutama di Bima dan Dompu.

“Sebagian besar penyalahguna obat tersebut adalah anak-anak. Ada kecenderungan untuk senang-senang saja. Dan ada kesan kalau tidak pakai, tidak jantan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Hartina mengatakan akan melakukan upaya pemberdayaan kepada masyarakat di empat kabupaten/kota yang menjadi pasar tramado saat ini.

Upaya sosialisasi dampak tramadol bagi kesehatan dan secara hukum akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Kesehatan NTB, dan Kepolisian Daerah NTB.

“Kami di DP3AP2KB NTB, akan lebih fokus pada bagaimana membimbing anak-anak agar memiliki karakter sehingga tidak mudah dijadikan sebagai penyalahguna obat-obatan berbahaya,” ucapnya.

Upaya lain, kata dia, dengan mengembangkan pola perlindungan anak secara terpadu berbasis masyarakat di setiap desa/kelurahan di Kabupaten Dompu, Bima, dan Kota Bima.

DP3AP2KB NTB akan melatih 10 hingga 20 orang kader atau aktivis peduli perempuan dan anak di masing-masing desa.

Mereka yang dilatih diharapkan mampu menjadi pendamping di tingkat desa yang akan membantu pemerintah dalam memberdayakan kaum perempuan dan anak-anak, sekaligus memberi penyuluhan tentang bahaya tramadol.

“Hal yang sama juga akan kami lakukan di Pulau Lombok, termasuk di kelurahan di Kota Mataram, yang menjadi pasar tramadol. Kami akan bergerak dalam waktu dekat ini,” kata Hartina.

Tramadol adalah salah satu obat pereda rasa sakit kuat yang digunakan untuk menangani nyeri sedang hingga berat. Obat tersebut bekerja dengan cara memengaruhi reaksi kimia di dalam otak dan sistem saraf yang pada akhirnya mengurangi sensasi rasa sakit. (Ant)

Lihat juga...