Posdaya Masjid Baitussalam Bawa Semangat Perubahan Bagi Warga Robyong

MALANG — Hadirnya Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di tengah-tengah masyarakat, selama ini nyata telah mampu memberikan dampak positif. Hal tersebut juga dirasakan oleh warga Dusun Robyong, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dimana sembilan puluh persen penduduknya berprofesi sebagai petani.

Terbentuk sejak tahun 2014, Posdaya Masjid Baitussalam hingga kini terus memberikan semangat perubahan kepada masyarakat Desa Wonomulyo khususnya warga Dusun Robyong untuk bisa berkembang di berbagai bidang. Baik di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi.

“Pertama kali yang memperkenalkan sekaligus membentuk Posdaya Masjid Baitussalam lengkap dengan kepengurusan di semua bidang mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di dusun Robyong,” jelas Ketua Posdaya Masjid Baitussalam, Miftakul Ulumudin kepada Cendana News, Jumat (28/7/2017).

Ketua posdaya Baitussalam, Miftakul ulumudin – [Foto : Agus Nurchaliq]
Menurut Ulumudin, rata-rata tingkat pendidikan warga di dusun Robyong adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Faktor ekonomi ditengarai sebagai salah satu alasan mereka tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Untuk itu di bidang pendidikan, Posdaya Baitussalam bekerjasama dengan Remaja Masjid (Remas) setiap hari Minggu pukul 16.00 WIB memberikan bimbingan belajar gratis yang dikhususkan bagi anak-anak Yatim Piatu di desa tersebut. Kegiatan bimbingan belajar gratis yang dibina langsung oleh remas tersebut biasanya diadakan di lantai dua Masjid Jami’ Baitussalam.

“Sekarang sudah ada sekitar 37 anak yang ikut kegiatan tersebut. Biasanya bimbingan belajar berakhir menjelang waktu magrib. Jadi sebelum pulang, kita biasakan mereka untuk shalat magrib berjamaah di Masjid,” ucapnya.

Di bidang kesehatan, berhubung di Posdaya Baitussalam belum ada yang menjadi tenaga kesehatan, di dalamnya terdapat Lembaga Kesejahteraan Sosial yang pengurusnya juga dari posdaya, melakukan kerjasama dengan tenaga kesehatan di desa.

“Untuk kesehatan difokuskan pada anak-anak yatim dan dhuafa. Jadi jika mereka ada yang sakit, maka petugas kesehatan yang sudah bersedia bekerjasama dengan lembaga kami akan menggratiskan untuk pengobatan yang sifatnya ringan,” terangnya.

Sedangkan di bidang lingkungan, Posdaya Baitussalam bekerjasama dengan PKK mengadakan sosialisasi mengenai larangan buang air besar di sungai. Sosialisasi tersebut penting dilakukan karena meskipun sebenarnya warga sudah banyak yang memiliki toilet, tapi masih ada saja beberapa oknum warga yang membuang air besar di sungai.

“Tapi sekarang sudah kita sterilkan. Jadi penutup-penutup jamban disungai sudah kita bongkar,” ungkapnya.

Kemudian untuk masalah kebersihan lingkungan, posdaya Baitussalam bersama remas dan PKK serta para warga telah sepakat untuk bersama-sama menjaga dan membersihkan lingkungan. Selain itu, warga juga sudah mulai menanam berbagai jenis tanaman organik seperti Kunir, temu lawak dan juga Jahe walaupun masih di budidayakan dalam bentuk pot.

Disebutkan Ulumudin, di bidang ekonomi, Posdaya Baitussalam juga memberikan pelatihan-pelatihan mengenai berbagai peluang usaha untuk meningkatkan perekonomian warga, di antaranya melalui usaha minuman Sari buah dan pemanfaatan limbah kayu yang di peroleh dari pabrik pembuatan sound system.

Dari situ kemudiam Posdaya Baitussalam bekerjasama dengan mahasiswa KKM UIN berusaha menjadikan limbah kayu sebagai kerajinan yang dapat bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Menurut salah satu mahasiswa KKM, Ilham, limbah kayu dapat dijadikan sebagai meja, bingkai foto dan papan nomor rumah.

“Disini kebanyakan limbah kayu di buang sia-sia tidak di manfaatkan atau hanya dijadikan sebagai kayu bakar. Untuk itu sekarang kita coba buat meja, papan nomor rumah dan bingkai foto dari limbah kayu tersebut,” kata Ilham.

Ulumuddin menambahkan, nantinya pembuatan kerajinan berbahan limbah kayu akan diajarkan kepada warga untuk pemberdayaan ekonomi. Jadi meskipun dari limbah tapi bisa memiliki nilai ekonomi.

Masjid Baitussalam – [Foto : Agus Nurchaliq]
Lebih lanjut disampaikan, selain mengembangkan empat bidang tersebut, Posdaya Baitussalam juga memiliki komitmen untuk memerangi narkoba di wilayah mereka. Hal itu dibuktikannya dengan mengundang pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang untuk memberikan seminar mengenai bahanya Narkoba.

“Dulu yang namanya pengguna pil double L atau jenis narkoba yang lainnya cukup banyak disini. Untuk itu pada tahun 2016, Posdaya bersama LP2M UIN mengundang BNN untuk memberikan pemaparan kepada masyarakat tentang bahaya Narkoba. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi narkoba di daerah ini,” tandasnya.

Sementara itu Ulumudin menyampaikan bahwa, jumlah anggota posdaya Baitussalam secara kepengurusan tercatat ada sekitar 21 orang. Diluar itu mereka merangkul semua masyarakat khususnya UKM.

“Sebelum adanya posdaya disini, masyarakat masih masih menganggap Masjid hanya sebagai tempat ibadah saja. Tetapi kami dari Posdaya bekerjasama dengan remas kemudian mengenalkan Masjid sebagai tempat kegiatan sosial, ekonomi, tempat ibadah dan lebih penting lagi adalah ramah anak. Jadi alhamdulillah anak-anak kecil sekarang senang sekali datang ke Masjid,” pungkasnya.

Lihat juga...