Polres Bengkayang Gagalkan Penyelundupan Sosis Asal Malaysia

PONTIANAK — Polres Bengkayang kembali menggagalkan penyeludupan barang, dan berhasil mengamankan 160 kotak sosis asal Malaysia yang akan dibawa ke Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas.

“Penyelundupan barang ilegal melalui pintu perbatasan Jagoi Babang kian marak. Walaupun seting ditangkap, namun pelaku tidak pernah jera. Modus penyelundupannya kian beragam mulai menggunakan motor, mobil boks, truk, mobil sewaan hingga menggunakan mobil pribadi,” ujar Kasat Reskrim Polres Bengkayang AKP Novrial Alberty Kombo saat dihubungi di Bengkayang, Rabu (19/7/2017).

Novrial menjelaskan pelaku penyelundupan barang ilegal bernama Rinto Piteno membawa sosis dari Malaysia itu, tertangkap oleh anggota olsek Jagoi Babang yang sedang melakukan razia.

“Dari tangan Rinto Piteno didapatkan dan diamankan barang bukti berupa 160 kotak sosis buatan Malaysia, dengan rincian 25 kotak sosis merek Ayam Madu, 135 sosis merek Ayam Bakar, dan satu unit minibus KB 1420 YL,” katanya lagi.

Ia menjelaskan kronologi penangkapan pada Senin (17/7), sekitar pukul 13.40 WIB telah melintas satu unit minibus warna silver di depan Mapolsek Jagoi Babang.

Karena mencurigai kendaraan yang melintas, kemudian anggota Polsek Jagoi Babang beserta unit dua Reskrim Polres Bengkayang memberhentikan mobil tersebut untuk melakukan pengecekan angkutan mobil itu.

Kecurigaan terbukti, ternyata mobil itu membawa sosis diduga dari Malaysia tanpa dilengkapi kartu izin lintas batas untuk membawa barang tersebut.

“Sopir sekaligus tersangka membawa mobil dan sosis ilegal itu kemudian digelandang di Mapolsek Jagoi Babang. Menurut pelaku sosis tersebut akan dijual di Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang,” kata dia lagi.

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia sudah beraksi membawa sosis dari Jagoi Babang perbatasan dengan Malaysia sudah empat kali.

“Dengan semakin marak berbagai jenis bentuk penyelundupan, maka kami akan memperketat penjagaan di perbatasan dan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Bea Cukai untuk terus menekan terjadi penyelundupan,” kata dia pula. [Ant]

Lihat juga...