Persiapan Event TdF di Sikka Relatif Terlambat

MAUMERE — Persiapan balap sepeda internasional Tour de Flores (TdF) di kabupaten Sikka relatif terlambat bila dibandingkan dengan kabupaten Flores Timur (Flotim) yang sudah semarak dengan pemasangan umbul-umbul dan spanduk di sepanjang jalan di dalam kota Larantuka.

Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera mengatakan, walau waktunya sangat sempit dirinya yakni bila mempunyai niat dan tekad yang sungguh maka event Tour de Flores bisa berjalan dengan baik, apalagi Rabu (12/7/2917) nanti semua peserta sudah tiba di Maumere untuk selanjutnya menunggu ke Larantuka Flores Timur melalui jalan darat.

“Waktunya sangat singkat dan saya tegaskan agar kota Maumere dan sepanjang jalur yang dilewati peserta balap sepeda harus sudah didandani mulai besok dan semua ini dibawah tanggung jawab para camat,” tegasnya di aula kantor bupati Sikka.

Ia menegaskan untuk bekerja bersama-sama dengan fungsinya masing-masing dan harus bisa melaksanakannya tanpa menunggu perintah dari siapapun dan harus segera dilakukan.

“Dalam tiga hari ini, apa yang belum kita lakukan dan sudah kita lakukan harus dievaluasi dimana yang belum dikerjakan harus segera dituntaskan secepatnya sesuai perencanaan,” harapnya.

Untuk tahun 2017, lanjut Ansar sedikit berbeda dari tahun 2016 dimana titik finish etape pertama terjadi di depan kantor bupati Sikka sementara di jalan Achmad Yani di lapangan Kota Baru dan ada acara kesenian ditampilkan.

“Siang itu juga kita lakukan jamuan makan dan sebarkan mereke ke hotel sebab pengalaman tahun kemarin saat jamuan makan malam para pembalap tidak datang sebab mereka pijit-pijit di hotel,” sebutnya.

Sekertaris panitia Tour de Flores kabupaten Sikka, Petrus Poling menjelaskan, pada hari Jumat (14/7/2017) pembukaan event sekaligus start dari kota Larantuka menuju Maumere menempuh etape pertama sepanjang 136.3 kilometer dimana untuk etape ini ada jalur sprint di Konga, Boru dan Talibura sementara tanjakan ada di Lewohari dan Ilewengot.

Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera (tengah) saat memimpin rapat kordinasi Tour de Flores. Foto : Ebed de Rosary

Para pembalap papar Petrus, akan dijamu di lapangan Kota Baru dimana akan didirikan tenda sehingga para pembalap akan beristirahat di tempat tersebut sekalian makan siang sebelum dibawa ke penginapan masing-masing

“Saat memasuki garis finish para pembalap akan memperlambat kecepatan hingga ke perempatan tugu Gendang dan memutar ke utara dan memasuki peadock masing-masing di lapangan Kota Baru untuk beristirahat sementara,” jelasnya.

Di sekitar peadock, beber sekertaris dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka ini, panitia meminta agar disiapkan makanan dan minuman untuk pemulihan tenaga, bukan makan siang dimana harus disiapkan banyak buah untuk dikonsumsi para pembalap.

Usai para pembalap beristirahat sebentar, lanjut Petrus, acara akan dilanjutkan dengan proses penyerahan hadiah bagi para pemenang yang terdiri dari beberapa kategori yang berlangsung di panggung utama yang di sekeliling panggungnya disiapkan tenda-tenda untuk mempromosikan kerajinan tangan produk lokal Sikka.

“Untuk tahun ini ada seremonial start yang bertujuan untuk pemanasan sekaligus hiburan bagi masyarakat dengan memutar di beberapa ruas jalan di dalam kota hingga mulai start di jalan negara,” pungkasnya.

Lihat juga...