Bisnis Tanah Kapling Masih Seret

BANJARMASIN – Walaupun harga komoditas pertambangan dan perkebunan mulai merangkak naik di pasar global, namun belum signifikan mendongkrak bisnis tanah kapling yang ada di Kalimantan Selatan.

Salah satu pebisnis tanah kapling di Kota Banjarmasin, M Khairul, mengatakan penjualan tanah kapling masih di bawah ekspektasi selama semester pertama tahun 2017. “Malah kalau dibanding tahun lalu ada penurunan jumlah kuantitas yang bisa kami jual, kalau dipersentasikan mungkin bisa tembus di angka 50 persen,” jelas Manajer Operasional Perusahaan Penjual Tanah Kapling Mah Sajajar Group itu, Senin (10/7/2017).

Agar penjualan tidak melorot signifikan, Khairul terus melakukan aneka terobosan untuk meningkatkan minat masyarakat membeli tanah kapling. Ia mencontohkan
Menyiapkan akses jalan yang cukup lebar, menawarkan harga khusus untuk tipe tanah kapling tertentu, dan menyediakan lahan untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas umum.

“Kami berencana memikirkan pembelian tanah kapling dengan sistem cash sekaligus menyediakan fasilitas pembangunan perumahannya. Itu supaya konsumen makin tertarik membeli tanah kaplingnya kepada kami untuk investasi,” ungkapnya.

Selain dihadapkan penurunan permintaan, bisnis tanah kapling harus menghadapi tantangan terus tingginya harga beli tanah setiap tahunnya. Menurut dia, setiap tahunnya harga tanah terus naik hingga mencapai 30 persen. Khususnya wilayah yang dekat dengan Kota Banjarmasin, seperti Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar. “Di sana sudah sangat sulit mendapatkan tanah dengan harga kompetitif untuk dijual lagi dengan sistem kaplingan,” ujar Khairul.

Lihat juga...