BALIKPAPAN — Realisasi APBD 2016 untuk belanja daerah Kota Balikpapan sebesar Rp2,1 triliun dari yang ditetapkan sebesar Rp2,4 triliun. Adapun pendapatan daerah mencapai Rp2,2 triliun dengan realisasi Rp1,9 triliun.
Hal itu disampaikan Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, dalam rapat paripurna Nota Penjelasan APBD 2016 di ruang rapat paripurna DPRD Balikpapan, Senin (10/7/2017). Rapat paripurna dihadiri 36 anggota DPRD, dan sempat tertunda selama dua jam setelah dijadwalkan pukul 11.00, baru dilaksanakan pukul 13.20 WITA.
Rizal memaparkan, realisasi untuk belanja langsung Rp1,26 triliun dari Rp1,53 triliun yang ditetapkan. Dari jumlah itu terdiri dari belanja langsung, yakni belanja pegawai, belanja barang, jasa dan belanja modal. “Pada APBD 2016, lalu, ada SILPA sekitar Rp102 miliar. Terdapat selisih target pendapatan yang tidak tercapai sebesar Rp241 miliar dan penghematan belanja Rp343 miliar,” terangnya.
Disebutkannya, masih ada kekurangan Rp145 miliar kekurangan belanja dari kegiatan dan realisasi dari SKPD 2016. Hal itu karena tidak terserapnya realisasi alokasi transfer pemerintah pusat melalui dana bagi hasil.
Di tempat yang sama, usai rapat paripurna, Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh, mengungkapkan utang pada 2016 sebesar Rp145 miliar dibuat saat anggaran berjalan di tahun lalu. Sedangkan pada pelaksanaan APBD 2017 hanya menyisakan Rp4 miliar.
“Hutang sudah mulai dicicil pembayarannya dari kegiatan yang ada. Sudah tidak ada masalah, karena kami tidak membuat kegiatan baru,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi Pemkot, karena pada 2016 kembali meraih audit BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).