NUNUKAN – Seorang penumpang MV Cattleya Ekspres terjun ke laut saat berlayar dari Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan menuju Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
“Penumpang bernama Supe (27), warga Kampung Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, ini melompati pagar kapal bagian depan kanan pada Kamis malam”, ujar saksi mata, Herman (22), yang hendak pergi ke Negeri Sabah, Malaysia, Jumat (28/7/2017).
Herman mengaku melihat korban melompati pagar kapal (MV Cattleya Ekspres) bagian kanan depan. Ia tidak sempat menolong, karena sedang menelpon keluarga. Sejumlah penumpang kapal itu mengatakan, korban yang tampak mondar-mandir di atas kapal dengan mengenakan baju kaos warna putih dengan celana training warna biru sebelum terjun ke laut.
Orangtua korban bernama Ambo (60), yang ikut serta di kapal tersebut menjelaskan, sangat kaget ketika mendapatkan informasi dari anak buah kapal (ABK) anaknya yang mengalami gangguan jiwa itu terjun ke laut.
Ia mengutarakan, anaknya (korban) telah menderita gangguan jiwa sejak dua tahun lalu yang menyebabkan dipisahkan dengan istrinya, karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Supe (korban) memiliki seorang anak kembali ke Kabupaten Nunukan setelah berobat selama tiga bulan di kampung halaman kedua orangtuanya di Desa Kajuara, Kabupaten Bone, Sulsel.
Kedua orangtuanya yang bekerja sebagai pembudidaya rumput laut di Kampung Mamolo membawanya kembali ke Kabupaten Nunukan setelah berobat di kampung halamannya, karena dianggap telah sembuh meskipun belum stabil. “Memang sudah dua tahun mengalami gangguan jiwa. Saya pisahkan (ceraikan) dengan istrinya, karena takut lakukan kekerasan sama anak dan istrinya,” kata Ambo, yang diamini istrinya, Bunga.
Sementara itu, Nakhoda MV Cattleya Ekspres, Wahyuto, menyebutkan jasad korban penumpang bernama Supe (27) yang terjun dari kapalitu hingga kini belum ditemukan.
Kejadian kecelakaan laut terhadap penumpang ini dengan melompati pagar kapal MV Cattleya Ekspres pada bagian kanan depan sekitar pukul 18.55 Wita tanpa diketahui kedua orangtuanya yang turut menumpang di kapal itu.
Korban Supe yang mengalami gangguan jiwa sejak dua tahun lalu itu sesuai keterangan kedua orangtuanya bernama Ambo (60) dan Bunga, terjun ke laut sekitar 12 nautical mile Pantai Langnga Kabupaten Pinrang atau sekitar satu jam meninggalkan Pelabuhan Parepare, Sulsel.
Setelah mendapatkan laporan dari saksi mata bernama Herman (22) dan ABK, Wahyuto mengaku langsung melaporkan kejadian tersebut kepada syahbandar Pelabuhan Parepare.
Ia berharap, pada malam kejadian langsung dilakukan pencarian terhadap korban. Mengenai tindakan pertama yang dilakukan MV Cattleya Ekspres atas kasus kecelakaan laut itu, dia langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan seluruh fasilitas yang dimiliki malam itu.
Langkah pertolongan pertama yang dilakukannya adalah dengan memutar balik kapalnya sambil mengitari posisi lokasi kejadian sebanyak tiga kali, namun tidak berhasil menemukan korban, karena memang arus air laut sangat deras.
Wahyuto juga mengemukakan, selama pelayaran selalu berkoordinasi dengan instansi terkait di Parepare dan nelayan yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian pada koordinat 03 derajat 55′ 100.5 lintas selatan 119’19.800 lintas utara, agar melaporkan bila menemukan mayat.
Namun, hingga tiba di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan pada Jumat (28/7/2017) sekitar pukul 07.00 Wita, belum mendapatkan informasi soal penemuan jasad korban. “Sampai sekarang belum ada laporan kalau ada mayat yang ditemukan di perairan Selat Makassar atau tempat lain,” ujar Wahyuto. (Ant)