Penerapan Zonasi Sekolah Banyak Dikeluhkan

SAMPIT – Penerapan sistem zonasi sekolah dalam penerimaan peserta didik baru di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, banyak dikeluhkan masyarakat karena belum sesuai harapan masyarakat.

“Banyak laporan masyarakat yang masuk soal ada murid yang tidak diterima padahal rumahnya dekat, hanya sekitar 50 meter dari sekolah. Saya pelajari dulu masalah ini,” kata Bupati H Supian Hadi di Sampit, Selasa.

Kotawaringin Timur mulai menerapkan sistem zonasi sekolah dalam penerimaan peserta didik baru mulai tahun ini. Sistem ini dimaksudkan agar terjadi pemerataan jumlah siswa dan kualitas sekolah.

Fakta di lapangan, muncul banyak keluhan adanya siswa yang tidak diterima di sebuah sekolah, padahal rumahnya sangat dekat dengan sekolah. Namun banyak masyarakat menilai, ada siswa dari kecamatan lain diterima di sekolah yang bukan zonasi tempat tinggalnya.

Menyikapi masalah ini, Supian meminta Dinas Pendidikan secara khusus memantau penerimaan peserta didik baru. Jangan sampai penerapan sistem zonasi ini justru menjadi celah dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

“Sistem zonasi ini kan 90 persen warga sekitar sekolah dan 10 persen siswa yang diterima berdasarkan peringkat nilai atau kecerdasannya. Saya meminta Dinas Pendidikan memantau dan mengevaluasinya,” kata Supian.

Terkait keluhan masih terbatasnya infrastruktur pendidikan, Supian mengakui hal itu. Dia menjanjikan akan meningkatkan anggaran untuk pendidikan mulai 2018 nanti dengan harapan tidak ada lagi anak yang tidak sekolah, khususnya untuk tingkat pendidikan dasar. (Ant)

Lihat juga...