DENPASAR – Bank Indonesia menyatakan porsi pangsa kredit usaha mikro kecil dan menengah di Bali melonjak pada triwulan pertama tahun 2017 menjadi 36,6 persen dari triwulan sebelumnya mencapai 35,9 persen yang didominasi sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR).
“Hal tersebut menunjukkan bahwa perbankan turut memiliki perhatian dan kontribusi positif dalam rangka pengembangan UMKM di Bali,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Selasa.
Menurut Causa, laju pertumbuhan kredit UMKM tercatat mengalami peningkatan pada triwulan pertama tahun ini mencapai Rp32,56 triliun atau naik menjadi 16,8 persen dari triwulan sebelumnya mencapai 16,3 persen.
Untuk kredit UMKM itu sebanyak Rp14,83 triliun diserap oleh kredit usaha menengah, Rp12,17 triliun usaha kecil dan Rp5,56 triliun oleh usaha mikro.
Sektor PHR merupakan sektor dengan pangsa kredit terbesar mencapai 70,5 persen, sedikit mengalami perlambatan pertumbuhan.
Causa lebih lanjut menjelaskan kredit UMKM pada sektor PHR tumbuh 17,3 persen dari 17,7 persen pada triwulan sebelumnya.
Selain PHR diikuti oleh kredit di sektor keuangan, jasa-jasa, pertanian dan industri dengan porsi masing-masing sebesar 8,7 persen, 7,7 persen, 5,3 persen dan 4,1 persen.
Sementara itu berdasarkan nominal kreditnya pangsa realisasi kredit UMKM terbesar berada pada rentang nominal Rp1-2 miliar sebesar 14,24 persen dari total kredit UMKM yang ada di Bali. (Ant)