JAKARTA – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menginginkan produktivitas penduduk terus meningkat sehingga membantu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi penting agar jumlah penduduk usia produktif Indonesia yang saat ini masih banyak, tidak menjadi sia-sia.
“Kita tidak ingin penduduknya banyak usia produktif tapi tidak produktif,” ujar Bambang di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik, angka ketergantungan penduduk Indonesia sebesar 49,2 yang artinya setiap 100 penduduk usia produktif menanggung beban sebanyak sekitar 49 penduduk usia non produktif.
Pada 2020-2030 mendatang, kondisi tersebut akan memunculkan bonus demografi, yaitu peluang yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif (usia kurang dari 15 tahun dan di atas 65 tahun).
Dengan persiapan yang baik, lanjut Bambang, bonus demografi bisa dimanfaatkan agar berdampak luas secara jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi. Namun sebaliknya, jika tanpa strategi yang matang, bonus demografi dapat berdampak negatif bagi Indonesia.
Agar dapat memetik manfaat bonus demografi pada 2020-2030, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya meningkatkan kualitas sumber daya manusia usia produktif sehingga memiliki keterampilan kerja yang sesuai dengan permintaan pasar tenaga kerja.
Selain itu, perluasan lapangan kerja, salah satunya dengan meningkatkan investasi, juga penting untuk menyerap tenaga kerja terampil tersebut. Idealnya, bonus demografi dapat meningkatkan pendapatan penduduk yang memicu pada peningkatan konsumsi maupun pertumbuhan investasi atau tabungan.
Lebih jauh, jika dimanfaatkan dengan baik, bonus demografi dapat mengurangi tingkat ketergantungan, mendorong produktivitas, dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Bambang menambahkan, penduduk usia produktif harus mampu menjadi mesin pertumbuhan, dan bukan menjadi beban ekonomi.
Dengan demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan agar penduduk produktif mempunyai kompetensi dan keahlian.
“Saya pikir jumlah penduduk usia produktif kita yang banyak saat ini masih merupakan kekuatan, oleh karena itu men-drive konsumsi tapi dengan peningkatan produktivitas, nanti pertumbuhan penduduk kita lebih ke investasi. Jadi tidak terlalu menggantungkan pada konsumsi,” ujar Bambang. (Ant)