CIKARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat 120 anak menderita kekurangan gizi pada periode Januari-Juni 2017.
“Jumlah anak penderita gizi buruk periode Januari-Juli 2017 menurun dibanding tahun 2016 yang berjumlah 280 anak,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bekasi, Supriyadi, di Bekasi, Kamis (27/7/2017).
Menurut dia, angka anak penderita gizi buruk itu diperoleh berdasarkan data di setiap Puskesmas. Menurunnya jumlah penderita gizi buruk ini dikarenakan adanya program percepatan penurunan penderita gizi buruk yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Dalam hal ini, pemerintah melalui dinas kesehatan untuk melakukan sosialisasi, guna memberikan pengertian akibat gizi buruk yang dialami oleh anak-anak khususnya balita.
Akibat gizi buruk antara lain penurunan metabolisme tubuh, daya berpikir berkurang (motorik otak), pertumbuhan berjalan lambat dan sering terkena penyakit.
Ia menambahkan, dalam hal ini penderita gizi buruk lebih menimpa kepada masyarakat golongan menengah ke bawah. Juga keluarga-keluarga muda yang belum mengerti pentingnya gizi bagi anak-anaknya. Karena itu, pemerintah daerah melakukan sebuah langkah atau cara melalui program CSR dari perusahaan daerah setempat untuk lebih berpartisipasi dan masuk dalam program kesehatan.
“Untuk kantong-kantong penderita gizi buruk berada di kecamatan yang dikategorikan banyak penduduk miskinnya, seperti di daerah Babelan, Pebayuran, Cabangbungin, Setu dan lain sebagainya,” katanya. (Ant)