Pembangunan Infrastruktur Mampu Atasi Kemacetan
JAKARTA — Percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2017 terus dikebut agar bisa dilalui oleh kendaraan bermotor pada saatnya.
Salah satu infrastruktur yang disiapkan pemerintah untuk memperlancar arus mudik dan arus balik tahun ini adalah membangun jalan fungsional Brebes Timur-Weleri, Jawa Tengah, sepanjang 110 kilometer yang digunakan H-10 oleh pemudik yang akan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sekalipun jalan fungsional tersebut belum selesai sepenuhnya 100 persen, namun dinilai bermanfaat untuk memecah kemacetan kendaraan saat sebelum dan usai Lebaran 2017.
Bukan hanya kondisi jalan yang belum selesai 100 persen, marka dan petunjuk jalan pun masih sangat minim dan belum memenuhi standar nasional, namun dengan pengamanan dari pihak kepolisian dan PT Jasa Marga, kendaraan yang melalui jalan yang nantinya akan menjadi jalan tol itu relatif berjalan lancar.
Infrastruktur lain yang juga dikebut sebelum pelaksanaan arus mudik adalah pembangunan empat jalan layang yang menyeberang di atas rel kereta api selepas pintu ke luar tol Brebes Timur ke arah Purwokerto, Jawa Tengah.
Jalan layang tersebut akan memiliki arti yang penting karena berfungsi untuk menghindari perlintasan jalur kereta api yang selama ini sering membuat macet.
Empat jalan layang yang dibangun sejak awal 2017 berada di Dermoleng, Klonengan, Kesambi dan Kretek di Kabupaten Brebes dan Tegal yang seluruhnya berada di Jawa Tengah.
Keempat jalan layang itu dibangun untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan seperti tahun lalu dan saat ini progres keseluruhan telah mencapai di atas 80 persen dan bahkan ada yang sudah 95 persen.
Asosiasi Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) menyatakan dampak pembangunan infrastruktur secara besar-besaran mulai terasa selama Lebaran 2017.
Sekjen Gapensi Andi Rukman Karumpa, menilai hal tersebut terlihat antara lain dari semakin lancarnya transportasi mudik dan stabilitas harga barang menjelang masa Idul Fitri.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu terjadi insiden dan kemacetan luar biasa, kali ini transportasi dan perhubungan lancar.
Kelancaran arus kendaraan peemudik tersebut merupakan dampak dari pembangunan infrastruktur secara besar-besaran selama ini. Pemmbangun infrastruktur secara masif sebuah keniscayaan.
Selama periode 2015 hingga 2019, pemerintah menargetkan pembangunan 15 bandara baru, 24 pelabuhan, 2.650 km jalan nasional, 1.000 km jalan tol, 3.258 km jalur kereta api, dan 60 pelabuhan penyeberangan dengan kebutuhan dana mencapai Rp5.519 triliun.
Kencangnya pembangunan infrastruktur tersebut membuat Gapensi optimistis sektor konstruksi akan kembali masuk dalam tiga besar penyumbang Produk Domestik Bruto nasional tahun ini. Meski, pada kuartal I-2017 sektor ini hanya di posisi keenam penyumbang PDB.
Kebutuhan BBM PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan BBM secara cermat dan tidak dengan cara yang biasa saja, sehingga pendistribusian bahan bakar kendaraan saat arus mudik Lebaran 2017 terlayani dengan aman dan lancar.
Mudik Lebaran memang bukan peristiwa biasa karena melibatkan mobilisasi puluhan juta orang pada saat hampir bersamaan sehingga menanganinya juga tidak dengan cara-cara yang biasa.
Meskipun mudik sudah menjadi agenda tahunan di Indonesia, persiapan ketersediaan BBM tetap harus dilakukan dengan cermat.
Salah perhitungan sedikit bisa berakibat fatal yang membuat jutaan pemudik kehabisan bahan bakar.
Tak ingin hal buruk terjadi, dibentuk Tim Satgas Lebaran Pertamina dan hasilnya Pertamina mendistribusikan BBM kepada pemudik dari H-15 hingga H+9 Lebaran 2017 dengan aman dan lancar.
Sejumlah pihak pun, lanjut Iskandar, mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Pertamina seperti Menteri ESDM, kepolisian, dan masyarakat umum.
Persiapan Pertamina untuk menyediakan BBM sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, dimulai dari memperkuat stok BBM.
Peningkatan stok BBM itu bukan sekadar menambah jumlahnya saja tapi juga melibatkan pengaturan puluhan kapal tanker baik yang membawa pasokan dari kilang domestik maupun impor.
Secara total, ada 114 terminal BBM, 4.169 mobil tangki, dan 6.828 SPBU disiapkan untuk mendistribusikan BBM selama musim mudik.
Pertamina juga membangun 50 kios Pertamax dan 83 motor pada kondisi darurat untuk mendekatkan BBM kemasan kepada konsumen masing-masing 29 motor di kios, 53 motor ditempatkan di SPBU, dan satu motor siaga di Pelabuhan Merak.
Selain itu, di wilayah yang rawan kemacetan dan tol fungsional yang belum tersedia “rest area”, disiagakan sembilan mobil tangki dispenser bersama petugas.
Sebagai layanan tambahan, Pertamina menyediakan serambi Pertamax di 10 SPBU sebagai tempat beristirahat gratis bagi pemudik.
Saat puncak mudik pada H-2 Lebaran, seluruh armada mobil dan motor serta petugas siap siaga membantu pemudik.
Di jalan tol Cipali km 102, petugas motor dikawal polisi melalui jalur lambat, menerobos jalan tol untuk memenuhi kebutuhan BBM pemudik yang tak mampu menjangkau SPBU terdekat dan kehabisan bahan bakar.
Mudik lebaran 2017 juga mencatat perubahan positif konsumen, produk BBM baru nonsubsidi menjadi favorit pemudik untuk memenuhi BBM bagi kendaraannya.
Penjualan Pertalite melonjak tajam, naik 111 persen dibandingkan 2016, Pertamax naik 31 persen, Dexlite naik 261 persen, dan Pertamina Dex naik 44 persen (Ant).