JAKARTA – Pemerhati perempuan dan anak Giwo Rubianto Wiyogo meminta orang tua untuk memperhatikan pola pengasuhan anak agar di kemudian hari anak tidak menjadi pelaku “bullying” atau perundungan.
“Orang tua harus memperhatikan pola pengasuhan anak. Anak harus dididik dengan penuh kasih sayang dan juga etika moral yang baik,” ujar Giwo di Jakarta, Ahad.
Anak yang dididik dengan kasih sayang, ditanamkan nilai-nilai agama dan berakhlak mulia, tidak akan mudah terpengaruh dengan lingkungan di sekitarnya.
“Orang tua juga harus menjadi panutan bagi anaknya. Jangan sampai ketika berantem dengan pasangan itu di depan anak, karena akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya,” tambah dia.
Anak yang mendapat pola asuh yang benar, lanjut dia, akan memiliki daya tahan dan juga daya tolak terhadap kekerasan serta tidak mudah emosional.
Selain pola asuh, lanjut dia, lingkungan juga turut mempengaruhi perilaku anak di kemudian hari. Untuk itu, orang tua juga perlu memperhatikan lingkungan anak.
Disinggung mengenai perundungan yang terjadi di SMPN 273 Jakarta Pusat, Giwo menjelaskan bahwa perundungan tidak dibenarkan dan melanggar hak perlindungan anak.
“Namun saya melihat, baik pelaku dan korban sama-sama menjadi korban, korban tidak mendapat pendidikan dan pola asuh yang benar,” jelas dia.
Dia meminta agar pelaku yang juga anak-anak tersebut, untuk dibina karena memiliki masa depan yang panjang.
Ketua Umum Kowani tersebut, juga meminta agar pihak dinas pendidikan memastikan agar pelaku yang berjumlah sembilan orang tersebut, mendapatkan sekolah yang baru. Ke depan, dia berharap tindakan perundungan di sekolah dapat terus berkurang. (Ant)